Nelayan menenggelamkan apartemen ikan di Selat Bali. (BP/istimewa)

BANYUWANGI, BALIPOST.com – Ekosistem di Selat Bali mulai mendapatkan perhatian lebih. Khususnya, dari komunitas nelayan setempat. Sebanyak 210 apartemen ikan (fish apartemen) ditenggelamkan di Pantai Bulusan, Lingkungan Kampung Baru, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Rabu (3/10). Konservasi ini dilakukan bersama dengan para nelayan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan, Wira Laut.

Mereka berbondong-bondong mengangkut sebanyak 210 apartemen ikan ke bibir pantai. Lalu, dibawa ke laut menggunakan perahu rakit. Di lahan perairan seluas setengah hektar, apartemen ikan tersebut ditenggelamkan. Disebar ke dasar laut oleh penyelam. “Penenggelaman apartemen ini dilakukan sebagai upaya konservasi biota laut. Nantinya diproyeksikan sebagai wisata bahari,” kata Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo.

Hary mengatakan kegiatan ini melibatkan kelompok nelayan. Tujuannya, para nelayan turut menjaga ekosistem laut. “Dengan melibatkan nelayan, mereka nantinya akan turut menjaga kelestarian lautnya. Karena konservasi ini untuk para nelayan juga,” kata Hary.

Menurut Hary, Pantai Bulusan telah dijadikan kawasan konservasi. Diharapkan kawasan ini nantinya bisa menjadi seperti Bangsring Underwater Banyuwangi yang telah meraih Kalpataru. “Kami harapkan nantinya para nelayan bisa di sini bisa seperti Bangsring Underwater yang telah berhasil dalam konservasi laut,” kata Hary.

Baca juga:  Pascapenangkapan Teroris di Banyuwangi, Pengamanan Pintu Masuk Bali Ditingkatkan

Program ini juga bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikan Provinsi Jatim. Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Ikan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Awalrush Andira Rendy, mengatakan, penanaman apartemen ikan tersebut memiliki banyak efek domino.
“Penanaman apartemen ikan ini ditanam di pantai yang berpasir atau kalau di daratan disebut tandus,” kata Rendy.

Dengan adanya apartemen ikan ini, selain bisa dijadikan wisata bahari juga menumbukan mata rantai ekosistem ikan. “Ikan-ikan yang hilang bisa datang kembali. Ikan yang sebelumnya berada lima mil dari bibir pantai, dengan adanya apartemen ikan ini bisa ditemui tiga mil dari bibir pantai,” jelas Rendy.

Rendy menjelaskan sekitar satu bulan, apartemen-apartemen ikan tersebut akan ditumbuhi lumut. Setelah itu dilakukan underwater restocking, atau penebaran benih ikan. “Nantinya akan ditebar 8000 benih ikan kerapu. Restocking ini dilakukan dengan cara menyelam dan ditaruh di apartemen ikan,” kata Rendy.

Dalam tiga bulan, benih ikan yang awalnya seukuran 6 centimeter bisa mencapai 30 centimeter. Dengan banyaknya ikan di apartemen, akan merangsang ikan-ikan yang berada di tengah akan datang ke apartemen. (Budi Wiriyanto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.