Ratusan mobil yang akan digunakan delegasi IMF sudah terparkir di lapangan Lagoon Nusa Dua, Rabu (3/10). (BP/edi)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Menjelang pelaksanaan Annual Meeting IMF-WB, sejumlah kendaraan yang akan digunakan oleh para delegasi sudah mulai berdatangan. Kendaraan yang sebagian besar jenis Sedan ini, mulai diparkir di kawasan lapangan Lagoon, Nusa Dua, Rabu (3/10).

Meski merupakan kendaraan mewah, namun untuk memastikan kendaraan ini aman dikendarai, balai pengawas transportasi darat bersama Dishub Bali mulai melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check. Dari rencana sebanyak 800 lebih kendaraan yang akan di ramp check, baru sekitar 400 kendaraan yang sudah di ramp check. Karena sisanya masih dalam perjalanan dari jakarta.

Menurut PPNS Dishub Provinsi Bali, Ketut Gede Subaga Arta, untuk kesiapan IMF ini, pihaknya melakukan ramp check terhadap mobil yang akan digunakan oleh para delegasi. Sebanyak 15 orang yang diterjunkan, dari balai pengawas transportasi darat dan dishub Bali. Pada pemeriksaan ini, sudah disiapkan bengkel untuk memperbaiki mobil yang dinilai tidak layak. “Jadi setiap mobil yang dinyatakan tak layak dari hasil ramp check langsung diperbaiki,” pungkasnya.

Menurutnya, kendaraan yang dilakukan pemeriksaan, Rabu kemarin baru sebagian, karena mobil yang lain masih dalam perjalanan dari Jakarta. Total kendaraan yang sudah di cek sebanyak 215 kendaraan dari total 430 mobil. Semua kendaraan ini adalah khusus untuk kendaraan tipe sedan yaitu camry dan mercy e200.

Baca juga:  Antisipasi Puncak Kedatangan Tamu VVIP IMF WB, Airnav Tambah Slot Penerbangan

Sementara kata Gede, untuk mini bus dilakukan pengecekan di kantor Dishub. Pembagian tempat ramp check ini karena keterbatasan tempat untuk parkir kalau dilakukan di Dishub. Untuk yang diLapangan Lagoon adalah khusus untuk toyota dan mesi milik blue bird. “Total semua kendaraan termasuk mini bus yang akan diperiksa adalah 800 lebih,” ujarnya.

Sementara, Gusti Ngurah Wijana selaku penguji ramp check mengatakan, pengecekan dilakukan secara visual. Seperti lampu, roda, rem, sign. Untuk driver biasanya dia punya khusus dan terlatih. Biasanya  penyedia mobil yang menyediakan driver. “Kita menjaga kenyamanan dan keselamatan orang, kita berusaha agar tidak terjadi apa-apa kepada tamu negara,” ucapnya.

Dari hasil ramp check yang sudah dilakukan, sebanyak 3 mobil yang perlu dilakukan perbaikan. Seperti mesin mati, lampu utama mati, dan ban yang tipis, dan itu sudah langsung diganti. (yudi karnaedi/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.