Gubernur Koster (kiri) menugaskan pendataan jumlah korban umat Hindu di Sulteng untuk penyaluran bantuan. (BP/rin)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali Wayan Koster menugaskan Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra untuk segera membentuk tim terkait bencana gempa dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Tim yang dibentuk bertugas mendata jumlah korban, khususnya umat Hindu Bali.

Terlebih, jumlah transmigran asal Bali di Sulteng dikatakan cukup banyak. Selain itu dilakukan penggalanan sumbangan sukarela dari pegawai di lingkungan Pemprov dan masyarakat umum untuk para korban bencana. “Nanti akan berkoordinasi dengan Parisada dan tokoh-tokoh umat yang ada disana. Ada beberapa korban dari umat kita di sana. Kami juga menugaskan Sekda untuk menggalang punia, sumbangan sukarela dari para pegawai Pemprov Bali dan masyarakat umum,” ujar Koster usai mengikuti Rapat Paripurna di DPRD Bali, Rabu (3/10).

Sumbangan yang nanti terkumpul, lanjut Koster, akan diserahkan kepada para korban di daerah bencana selain tentunya dukungan moral. Penggalangan bantuan serupa juga sudah dilakukan untuk korban gempa di Lombok.

Sumbangan sukarela yang berhasil dikumpulkan dari para pegawai Pemprov Bali mencapai Rp 850 juta. Rencananya, sumbangan itu akan diserahkan kepada korban gempa Lombok pada 7 Oktober mendatang. “Tanggal 7 Oktober menyerahkan bantuan kepada korban bencana yang di NTB, bagi umat kita orang Bali dan juga yang lainnya disana. Kira-kira sudah terkumpul dari pegawai Pemprov Rp 850 juta. Nanti untuk Sulteng saya kira akan lebih dari itu,” jelasnya.

Baca juga:  Gubernur Pastika Mengaku Belum Tahu Bandara Buleleng Dibatalkan Pusat

Pasca mendapat tugas, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra memastikan tim sudah terbentuk dan mulai menjalankan tugas, Kamis (4/10) ini. Data korban sebetulnya sudah dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Pihaknya akan lebih fokus menggalang sumbangan dari masyarakat Bali, pegawai dan semua pihak yang berkeinginan secara sukarela dan terpanggil rasa kemanusiaannya untuk memberikan bantuan. “Nanti kemana sumbangan atau bantuan disampaikan, akan kami umumkan. Ini bantuan kemanusiaan untuk sahabat-sahabat kita, saudara kita yang terkena musibah di Palu, Donggala dan sekitarnya,” jelas mantan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali ini.

Terkait bencana gempa di Lombok, lanjut Dewa Indra, bantuan dari Bali sebetulnya tidak hanya dalam bentuk sumbangan uang. Tapi ada pula bantuan tenaga medis, ambulans dan logistik yang telah lebih dulu disalurkan ke Lombok. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.