Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) memimpin rapat terbatas penanganan dampak gempa dan tsunami Palu serta Donggala di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (2/10). (BP/ant)

JAKARTA, BALIPOST.com – Empat prioritas disampaikan Presiden Joko Widodo untuk menangani dampak bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Seluruh prioritas itu dijabarkan Presiden saat menggelar rapat di Kantor Presiden, Selasa (2/10).

“Rapat terbatas ini saya akan lebih mendetailkan pembahasan mengenai penanganan dampak bencana gempa bumi dan tsunami di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong. Setelah melihat kondisi yang ada di lapangan, ada empat prioritas utama yang segera harus kita tangani,” kata Presiden, dikutip dari Kantor Berita Antara.

Rapat dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, para menteri Kabinet Kerja hingga Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Muda TNI M. Syaugi.

Adapun rincian prioritas yang dijabarkan Presiden, menyangkut evakuasi korban, pencarian dan penyelematan korban yang belum ditemukan. “Saya minta kepala Basarnas, nanti dibantu TNI dan Polri agar menambah personelnya sehingga bisa menjangkau lebih banyak ke wilayah yang terdampak. Masuk ke Donggala, masuk ke Sigi, masuk ke Parigi Moutong,” kata Presiden.

Ia juga meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membantu terkait pengadaan alat berat. “Kerahkan alat-alat berat dari tempat-tempat di sekitar Sulawesi Tengah dan juga bisa memakai alat berat milik swasta,” tambah Presiden.

“Kedua, yang berkaitan dengan pertolongan medis, saya melihat kemarin di lapangan, terutama tenda-tenda yang dipakai untuk penanganan para korban masih sangat kurang sekali sehingga saya minta kementerian yang masih memiliki tenda besar agar segera dikirimkan ke Palu, Donggala, Parigi Moutong, Sigi, terutama yang berkaitan dengan penanganan korban di lapangan,” kata Presiden.

Baca juga:  Lusa, Wapres AS akan Diterima Presiden Jokowi di Istana Negara

Presiden juga meminta agar kapal TNI, rumah sakit TNI, segera masuk ke daerah bencana. “Saya minta Menteri Kesehatan memperbanyak rumah sakit lapangan karena saya lihat tidak memungkinkan korban dirawat di dalam rumah sakit. Tentu saja, pastikan kesediaan obat-obatan, tenaga medis, agar semua betul-betul tersedia,” tambah Presiden.

Prioritas ketiga berkaitan dengan penanganan pengungsi dan titik-titik pengungsian. “Pastikan semuanya ada bahan makanan, kebutuhan untuk wanita, bayi, dan anak, terutama yang berkaitan dengan penyediaan air dan MCK untuk pengungsi, betul-betul darurat karena listriknya masih padam, sehingga mencari air sangat sulit di lapangan,” kata Presiden.

Sedangkan dari aspek keamanan Presiden meminta agar TNI dan Polri menjaga distribusi logistik agar betul-betul sampai ke masyarakat. “Keempat, tentang perbaikan infrastruktur, terutama airport, jalan-jalan yang kena longsor agar segera diselesaikan. Sedangkan terkait dengan listrik, ini vital sekali. Penanganan medis tak bisa berjalan karena tidak ada listrik, air tidak didapat juga karena listrik belum menyala,” tambah Presiden.

Sedangkan terkait dengan ketersediaan BBM, Presiden meminta agar BBM di Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong betul-betul melimpah sehingga masyarakat terlayani apabila ingin membeli BBM. “Kemudian kementerian PUPR agar dibantu menangani perbaikan ‘runaway airport’, sehingga ‘airport’ di Palu bisa normal kembali sehingga mobilisasi logistik, evakuasi korban bisa dilakukan, dan juga saya minta Menteri Perhubungan mendorong agar pesawat-pesawat komersial bisa berjalan normal kembali,” tegas Presiden.

Gempa berkekuatan 7,4 skala Richter �mengguncang Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) sore. Gempa tersebut mengakibatkan sedikitnya korban tewas 844 jiwa. Sedangkan korban luka berat mencapai 632 orang, hilang 90 orang dan 48.025 jiwa warga yang mengungsi dan tersebar di 103 titik. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.