AA Tirta menunjukkan endek surface design karyanya. (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Perhelatan Annual Meeting IMF-WB yang dijadwalkan berlangsung di Bali, Oktober mendatang, tak hanya membawa berkah bagi dunia pariwisata namun juga sejumlah perajin di Bali. Salah satunya A.A. Tirta Rai, perajin endek asal Banjar Jehem Kelod, Desa Jehem, Tembuku.

Jelang perhelatan IMF, perajin 61 tahun tersebut mendapat orderan membuat endek yang dikreasikan dengan prada sebanyak 500 pieces. Produk karyanya yang dinamakannya endek surface design (endek desain permukaan) itu nantinya digunakan sebagai souvenir bagi para delegasi IMF yang berasal dari sejumlah negara.

Ditemui di rumahnya, Minggu (30/9), Agung Tirta mengatakan pesanan produk endek surface design, sudah selesai dikerjakannya pada Agustusu. Bahkan produk buatannya itu sudah dikirimkan ke pihak panitia IMF untuk nantinya dijadikan souvenir bagi para delegasi.

Dikatakan Agung. Tirta, sedikitnya ada 20 lebih motif terbaik karyanya yang diterapkannya dalam pembuatan 500 buah endek surface design. Demikian juga bahan prada yang diaplikasikannya untuk menghias kain tenun endek pun lebih dari satu jenis, yakni mutiara dan gliter.

Dalam pengerjannya, dirinya melibatkan cukup banyak tenaga perajin. Khusus untuk pengerjaan kain tenun endek, dirinya melibatkan sejumlah perajin yang ada di wilayah Sukawati, Gianyar dan Klungkung.

Sementara untuk proses penghiasan dengan prada, tenaga yang dilibatkan sekitar sepuluh orang dari keluarga dan masyarakat lokal sekitar rumahnya. Perajin yang juga dosen Seni Rupa ISI Denpasar ini mengungkapkan dipilihnya produk endek buatannya oleh pihak panitia IMF sebagai souvenir berawal dari seringnya karya endeknya diikutsertakan dalam sejumlah pameran di tingkat provinsi dan nasional.

Baca juga:  Pertemuan IMF-WB, Produk Pelaku UMKM Diminati Delegasi

Di tingkat nasional produk karyanya pernah dipamerkan di Istana Negara saat HUT Dekranasda beberapa waktu lalu. Selama ini produk endek surface desainnya diakui Agung Tirta telah banyak mendapat pengakuan dari konsumen, karena kualitasnya yang tahan lama dan motifnya yang indah dan beragam.

Ia mengaku dalam menciptakan sebuah produk endek surface desain, dirinya selalu berinovasi dan berprinsip agar produk karyanya tak hanya enak dipakai, namun juga indah dipandang dan tahan lama. “Mungkin itu yang menjadi alasan dipilihnya produk kami sebagai souvenir bagi delegasi IMF. Dan dipilihnya produk endek surface design kami untuk menjadi souvenir ini tidak terlepas dari peranan Bank Indonesia (BI) yang selama ini turut membantu membina dan mempromosikan produk kami,” terangnya.

Dirinya pun mengaku sangat bangga dan bersyukur, produk endek surface design yang dikembangkannya sejak 2015 lalu ini dipilih menjadi souvenir dalam perhelatan IMF Oktober mendatang. “Kami tentunya sangat bangga dan bersyukur karena karya kami digunakan dalam perhelatan dunia ini,” ujar pria yang sudah menekuni kerajinan endek sejak tahun 1978 tersebut.  (Dayu Swwasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.