SINGARAJA, BALIPOST.com – Wisatawan mancanegara yang berlibur di Lovina, Desa dimanjakan sejumlah hiburan melalui hajatan Lovina Festival (Lovfest). Festival ini berlangsung Rabu (26/9) hingga Sabtu (29/9) dibuka Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Kementerian Pariwisata, Prof I Gede Pitana.

Agenda tahunan ini ditujukan kepada wisatawan yang datang ke Lovina dengan berlayar menggunakan kapal yacht. Tahun ini secara khusus dilakukan reuni kapal yacht di Pantai Lovina.

Sebelum dibuka, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) melaksanakan restocking ikan dan penurunan struktur di perairan Lovina. Selanjutnya, tamu undangan diajak menyaksikan pementasan Tari Rejang massal di Pantai Lovina.

Ada sekitar 700 penari terlibat melalui garapan oleh Sanggar Srikandi Bhakti Pertiwi yang dikordinatori Kadek Turkini. Tarian yang dipentaskan dengan berkostum merah putih ini sukses membius wisatawan mancanegara.

Para wisatawan tak menyia-nyiakan momen pementasan kolosal ini. Pementasan inip menjadi bidikan ratusan kamera mengabadikan momen tahunan sembari menyaksikan matahari terbenam di Pantai Lovina.
Menandai pembukaanya, dilkukan penyulutan api obor Semangat Membangun Pariwisata Lovina oleh Kementrian Pariwisata. Ada 50 obor di sepanjang Pantai Lovina.

Bupati PAS mengatakan banyaknya kapal pesiar yang merapat ke Lovina seperti Star Clipper dan yahct itu menandakan jika pariwisata bahari di Bali Utara sudah dilirik oleh wisatawan mancanegara. Ia berharap agar sarana penunjang untuk mempercepat aksesibiltas para wisatawan ke Buleleng segera terealisasi.

Baca juga:  Setahun Lebih ITC Dibangun, Pemanfaatannya Masih Belum Jelas

Seperti rencana pembangunan jalan baru batas kota Singaraja-Mengwitani yang diproyeksikan tuntas pada 2021 dan pembangunan Bandara Buleleng. “Saya yakin kalau itu terwujud, sudah pasti pembangunan kepariwisataan di Buleleng akan semakin meningkat,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata (Diapar) Buleleng Nyoman Sutrisna mengaku senang atas kunjungan tahunan dari wisatawan mancanegara menggunakan kapal yacht. Sutrisna tak menampik bila kunjungan ini memberikan dampak positif bagi pengembangan pariwisata di Buleleng. “Dalam gelaran ini kami juga didukung oleh desa penyangga sepert Desa Kaliasem, Desa Tigawasa,” katanya.

Festival Lovina ini dibagi menjadi beberapa zona. Diantaranya Zona pertama adalah di stage Patung Lumba-Lumba yang difungsikan untuk pementasan kesenian yang bersifat tradisional. Sedangkan pada zona kedua difokuskan untuk panggung kesenian yang bersifat modern. Kemudian di zona ketiga yang ada di Eks Pelabuhan Buleleng difokuskan untuk kegiatan gathering dan kompetisi memasak.

Agenda Lovina Festival diisi pelepasliaran tukik, musik , DJ Kompetisi, Fun Bike, Colour Run, Bonangan, Tour ke sejumlah DTW, Sampi Gerumbungan. Lomba Mekorot, Melukis, Yoga, Zumba dan sejumlah agenda menarik lain. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.