Bangunan RSUD Sanjiwani tampak dari depan, Rabu (26/9). (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Tunggakan pembayaran klaim dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) saat ini menjadi persoalan hampir di seluruh rumah sakit. Bahkan untuk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Gianyar tunggakan pembayaran klaim BPJS mencapai total Rp 21 Miliar. Kondisi ini pun membuat pihak rumah sakit keteteran dalam memberikan pelayanan.

Direktur RSUD Sanjiwani Gianyar, dr Ida Komang Upeksa ditemui Rabu (26/9) mengungkapkan, tunggakan pembayaran klaim BPJS di RSUD Sanjwani mencapai 21 Miliar. “Ya nilai tunggakan ini memang cukup besar, yakni mencapai Rp 21 Miliar, “ tegas dokter asal Singaraja ini.

Diungkapkan, nilai tunggakan sebesar itu terhitung selama 4 bulan tahun ini, yani dari sepanjang Mei, Juni, Juli dan Agustus 2018. Sementara untuk beberapa bulan dan tahun sebelumnya, sudah ada tunggakan yang terbayarkan. “Ada yang terbayar, namun tidak semua, ada juga beberapa item yang belum terbayar sama sekali,“ ucapnya.

Diakui tunggakan BPJS Kesehatan yang mencapai Rp 21 Miliar ini, cukup mengganggu pelayanan di rumah sakit tipe B itu. Namun pihaknya berupaya mengakali sehingga tidak mempengaruhi pelayanan untuk masyarakat. Salah satunya memanfaatkan silpa sebesar Rp 12 Miliar dari anggaran 2017. “ Syukurnya masih ada Silpa tahun lalu itu yang kita pakai menutupi kekurangan, “katanya.

Baca juga:  Hipkar : Ada Pengusaha Ditawari Kredit untuk Bayar Tunggakan Bunga

Langkah lain yang dilakukan RSUD Sanjwani ialah dengan efisiensi anggran.yakni menekan belanja yang tidak perlu seperti perjalanan dinas atau kegiatan survai. “ Belanja tidak perlu kita panding, belanja yang perlu tetep diutamakan, misal terkait pelayanan, seperti pembelian obat, makanan, pembayaran air, listrik dan lainya, “ ucapnya.

Direktur RSUD Sanjwani juga membeberkan 3 besar penyakit yang paling banyak menggunakan klaim BPJS. Tertinggi Bronchitis, ernifisame dan penyait paru obstruktir kronik lainya yakni sebanyak 215` pasien sepanjang 2018 hingga Agustus. Urutan kedua ada pneumonia dengan 173 pasien dan diposisi ketiga ada strok tercatat sebanyak 171 dari Januari hingga Agusutus 2018.

Secara terpisah Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, yang membawahi wilayah Gianyar dr Endang Triana Simanjuntak mengaku untuk RSUD Sanjiwani pihaknya memang menunggu dana talangan dari Kementerian Keuangan RI. “ Kita memang menunggu dana talangan dari kementerian keuangan yang baru cair senin kemarin, “ katanya.

Ia juga menyebut bahwa masyarakat Gianyar yang cukup banyak menunggak iuran BPJS, bahkan jumlahnya mencapai Rp 6 Miliar. Ia pun menghimbau masyarkat untuk membayar kewajiban tersebut. “ Salah satu deficit yang terjadi adalah masayrakat tida memenuhi kewajiban, membayar iuran setelah mendapat pelayanan, “ tandasnya. (manic astajaya/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.