Kepulan asap dari sampah yang terbakar di tebing Utara Pura Rambut Siwi. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Tumpukan sampah di tebing Pura Rambut Siwi, Yehembang Kangin, Minggu (23/9) terbakar. Sampah di dekat bangunan pesimpangan di Pura Melanting itu nyaris merambat ke bangunan yang baru dipelaspas itu. Beruntung api bisa dipadamkan sejumlah unit pemadam kebakaran (damkar) Jembrana dan tidak sampai meluas.

Kejadian kebakaran di tebing sisi Selatan ini merupakan yang keduakalinya sejak 10 tahun lalu. Sebelumnya kejadian serupa juga terjadi Minggu 27 Juli 2008. Sampah-sampah kering yang terbakar itu diduga sisa sampah usai Pujawali belum lama ini.

Klian Pekandel Pura Rambut Siwi, I Gusti Made Sedana mengatakan tidak diketahui pasti penyebab munculnya api hingga membakar sampah-sampah tersebut.

Sekira pukul 11.02 Wita, ia bersama Penjaga pura I Gusti Agung Ketut Suardiana (57) saat itu sedang berada di pos jaga dan melihat ada kepulan asap di arah Selatan.

Baca juga:  Sampah dan Cerminan Karakter

Setelah dicek, asap itu bersumber dari selatan bawah Pura Melanting. Melihat hal itu kemudian bersama pengempon lainnya berupaya melakukan pemadaman menggunakan air dari keran melalui selang. Tapi api sudah membesar dan sulit dipadamkan. Lantas pihak pengempon langsung menghubungi Polsek Mendoyo dan berlanjut ke Damkar Jembrana.

Pukul 12.20 Wita, 2 unit mobil damkar Jembrana tiba di TKP dan melakukan pemadaman. Hingga akhirnya api bisa dipadamkan permanen.

Sejatinya pihak Pura sudah menyediakan lokasi untuk pembuangan sampah, termasuk bantuan kontainer sampah saat Pujawali lalu. Namun di lokasi yang terbakar ini tidak terpantau hingga banyak sampah yang dibuang disana. “Dulu pernah juga terjadi kebakaran di lokasi itu,” ujarnya. (surya dharma/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.