BANYUWANGI, BALIPOST.com – Ajang balap sepeda internasional Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2018 akan menempuh jarak lebih panjang. Total 599 kilometer, terbagi empat etape.

Sebanyak 20 tim continental dari 22 negara akan berlaga dalam even yang digelar 26-29 September ini. Tahun ini, ITdBI memasuki tahun ketujuh.

Setiap tahun jarak yang ditempuh selalu bertambah. Tahun 2017, jarak yang ditempuh hanya 533 kilometer. Start dan finish mengambil lokasi berpindah-pindah.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan  Banyuwangi konsisten menggelar ITdBI untuk ketujuh kalinya sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah berkontribusi bagi Indonesia dalam penyelenggaraan ajang internasional. “Kami gembira ITdBI semakin dikenal sebagai ajang balap sepeda bergengsi bagi para pebalap sepeda profesional. Kami berharap, even ini akan menjadi bagian yang mengabarkan hal positif tentang Indonesia kepada dunia,” kata Anas.

Ajang ini, imbuh Anas, juga menjadi pemicu pariwisata dengan datangnya delegasi dalam dan luar negeri serta penggemar sepeda. “Dengan sendirinya Tour de Ijen menaikkan kepedulian publik terhadap Kawah Ijen sebagai destinasi unggulan dengan fenomena api biru yang mendunia,” jelasnya.

Bupati Anas mengatakan, para pebalap akan diajak menyusuri panorama elok Bumi Blambangan hingga berpacu menaklukkan tantangan ekstrim tanjakan Gunung Ijen. Semua rute tersaji lengkap, mulai perdesaan, perkebunan, pegunungan, hingga pantai. “Melewati berbagai kawasan indah yang bervariasi, para pebalap juga akan ditunjukkan keramahan warga. Ini sesuai dengan konsep sport tourism ITdBI, di mana ajang olahraga berpadu dengan strategi pengembangan pariwisata,” ujar Anas.

Baca juga:  Perajin Batik Banyuwangi Bersertifikasi

Pada etape terakhir, pebalap akan mengambil titik start dari Desa Sarongan, desa terujung selatan Banyuwangi, berdekatan dengan Pantai Sukamade, salah satu segitiga destinasi wisata andalan Banyuwangi. “Meski paling ujung, kami memastikan bahwa jalan yang akan dilewati pebalap dalam kondisi prima. Ini menunjukkan bahwa pariwisata bisa menjadi sarana konsolidasi infrastruktur,” imbuhnya.

Chairman ITdBI Guntur Priambodo mengatakan, 20 tim continental yang siap berlaga antara lain dari New Zealand, Australia, Malaysia, Thailand, Afrika Selatan, Eritria, Yunani dan Belgia. Juga ada dari Prancis, Inggris, Jerman, Colombia, Spanyol, Jepang, Belanda, China, dan Slovenia. “Jalur tanjakan menuju Gunung Ijen paling dinantikan, karena salah satu yang terekstrem di Asia dengan ketinggian 1.871 meter di atas permukaan laut (mdpl). Ini level tertinggi di balap sepeda,” jelasnya.

Ketinggiannya melampaui tanjakan Genting Highland dalam Tour de Langkawi Malaysia yang sekitar 1.500 mdpl. (Budi Wiriyanto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.