Hutam mangrove di Nusa Lembongan (kiri). Terdentifikasi ada yang mengalami kerusakan. (BP/sos)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Hutan mangrove di Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung mencapai ratusan hektar. Akan tetapi, tak seluruhnya baik. Sekitar sepuluh hektar teridentifikasi mengalami kerusakan. Hal tersebut disampaikan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, Jumat (21/9).

Bupati asal Nusa Ceningan, Nusa Penida ini mengatakan kerusakan tersebut diketahui setelah adanya identifikasi dari lembaga yang bekerja sama dengan pemerintah pusat. Itu sudah disampaikan ke pusat untuk bisa mendapatkan penanganan, terlebih Nusa Penida masuk sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan Kawasan Konservasi Perairan (KKP). “Luas hutan mangrove di Nusa Lembongan 206 hektar. Belum termasuk yang di Ceningan. Tetapi ada sepuluh hektar yang perlu direhabilitasi,” jelasnya.

Perhatian terhadap lingkungan, sambungnya juga diharapkan datang dari pelaku pariwisata maupun pemilik akomodasi. Demikian juga halnya dalam penanganan sampah yang tiap tahun volumenya cenderung meningkat. “Untuk sampah, yang tertangani dengan pertumbuhannya berbeda. Pemkab sudah membuat program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS). Ini akan terus digenjot. Pelaku maupun pemilik akomodasi pariwisata juga sangat diharapkan bisa menerapkan,” ungkapnya.

Baca juga:  Banyak Aktivitas Sekolah, Jadwal Pembuangan Sampah di Depo Kreneng Diubah Lagi

Kepala UPT. KKP Nusa Penida, I Nyoman Karyawan juga tak menampik adanya kerusakan mangrove itu. Penanaman kembali sudah dilakukan dengan melibatkan sejumlah pihak. Namun tak seluruhnya tumbuh dengan baik. “Untuk yang rusak lebih banyak karena faktor alam,” jelasnya. Kerusakan juga terjadi pada terumbu karang. Itu salah satunya sebagai imbas aktivitas pariwisata, seperti speed boat, jetsky maupun ponton untuk mendukung wisata bahari. “Kalau dulu ada 11,8 are yang rusak, sekarang sudah direhabilitasi. Pertumbuhannya bagus. Ada juga yang tumbuh sendiri,” imbuhnya. (sosiawan/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.