DENPASAR, BALIPOST.com – Persiapan pengamanan pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 telah dilakukan Polda Bali bersinergi dengan Kodam IX/Udayana. Setelah apel gelar pasukan, dilanjutkan dengan deklarasi damai dalam rangka Pileg dan Pilpres 2019 yang aman, damai dan sejuk di depan Monumen Bajra Sandi Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, Kamis (20/9).

Usai deklrasi, Gubernur Bali, Wayan Koster, mengatakan sangat mendukung dan mengapresiasi inisiatif yang dilakukan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose yang sejak  dini sudah melakukan langkah antisipasi. Tujuannya agar betul-betul Pemilu Serentak 2019 bisa terlaksana dengan aman, damai, dan sejuk.

“Ini menjadi harapan kita semua, harapan masyarakat Bali dan Indonesia. Lebih-lebih Bali adalah satu pulau yang menjadi destinasi wisata dunia,” tegasnya.

Apalagi dalam waktu dekat, kata Gubernur Koster, akan ada peristiwa penting berskala dunia yaitu IMF dan World Bank. Oleh karena itu menjadi kewajiban  semua pihak, tidak hanya kewajiban aparat keamanan, juga menjadi kewajibanseluruh komponen masyarakat Bali untuk menunjung tinggi penegakan hukum,  melaksanakan aktivitas dengan sadar berdasarkan perundang-undangan berlaku, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kesantunan.

Baca juga:  Gubernur Kebut 10 Titik Shortcut ke Buleleng

Sementara Kapolda Irjen Golose mengungkapkan, terkait penyelenggaraan kegiatan tersebut pihaknya sudah melapor kepada Gubernur Bali. “Kita bawa suasana yang sampai mengantarkan Bapak Wayan Koster sebagai Gubernur Bali, bawa juga dalam Pemilu Legislatif dan Pilres. Semoga situasi yang aman, damai dan penuh kesejukan ini (Pilkada 2018), kita juga dapatkan pada Pileg dan Pilpres,” ujarnya.

Golose berharap Bali bisa lebih Ajeg dan damai seperti  program Gubernur Bali. “Kita lihat warna boleh berbeda, Bapak Gubernur juga ketua partai tapi beliau datang saat ini sebagai bapaknya rakyat semuanya, beliau datang sebagai bapaknya rakyat Bali,” tandas Golose.

Mantan petinggi BNPT ini mengharapkan pada waktu pelaksanaan tidak akan ada konflik dan gesekan. Sekitar 200 hari lebih ke depan melaksanakan pengamanan Bali untuk Indonesia dan untuk dunia.

Lulusan Akpol 1988 ini menyatakan, pihaknya tidak melihat adan ancaman, khususnya di Bali. Apalagi pendukung-pendikung partai bisa berbaur  dan itu mencerminkan bagaimana masa depan Bali yang sekarang dinakhodai Wayan Koster bisa lebih baik lagi.(kerta negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.