Atap bangunan SDN 1 Batuagung, Jembrana jebol dan siswa mengungsi ke mes sekolah untuk proses belajar mengajar. (BP/kmb)

NEGARA, BALIPOST.com – Siswa SDN 1 Batuagung, Jembrana kini harus mengungsi ke bangunan bekas mes dan gudang sekolah karena atap bangunan sekolah jebol.

Dari pantauan di sekolah yang terletak di Jalan Waturenggong, Banjar Tegalasih Desa Batuagung, Jembrana itu Kamis (20/9), terdapat empat ruangan yang berada dalam satu bangunan yang kini sudah tidak dapat difungsikan lagi karena mengalami kerusakan.

Empat ruangan tersebut sebelumnya digunakan masing-masing untuk ruangan kepala sekolah, ruang UKS, ruang kelas VI dan ruangan TK Dharma Handayani. Kondisi keempat ruangan tersebut tampak jebol pada bagian atapnya dengan kontruksi atap baja ringan yang sudah mengkarat dan bergelantungan. Selain keempat ruangan tersebut ruangan lainnya juga mengalami kerusakan pada bagian plafon dan atapnya sehingga bocor saat turun hujan.
Gede Parwata salah seorang guru SD Negeri 1 Batuagung, mengakui kondisi kerusakan bangunan yang terjadi disekolahnya itu.

Menurutnya untuk  mengatasi kekurangan ruang belajar sehingga proses belajar mengajar tetap berjalan, pihaknya terpaksa memanfaatkan sejumlah ruangan lainnya yang sebenarnya peruntukannya bukan untuk ruang kelas.

Dikatakan untuk kelas VI pihaknya kini menggunakan ruang bekas mes dibelakang sekolah dan untuk siswa kelas II belajar diruangan kecil yang sebelumnya difungsikan sebagai gudang. Sedangkan Kepala Sekolah, TU dan Operator Data Sekolah kini berkantor diruang perpustakaan sekolah. SDN 1 Batuagung kini menampung sebanyak 134 siswa dengan jumlah tenaga pendidik sebanyak 7 orang.

Di sekolah ini juga tidak memiliki ruangan UKS. Sedangkan TK Dharma Handayani yang dulunya satu atap kini menempati bangunan darurat dibelakang Kantor Perbekel Batuagung.
Gede Parwata mengatakan kerusakan  paling parah sejak enam bulan lalu, empat ruangan ini atapnya jebol sehingga pihaknya mengosongkan. Untuk ruangan yang lain masih bisa digunakan tapi plafonnya jebol dan saat hujan banyak yang bocor. Demikian juga ruang bekas mes maupun gudang yang kini diajdikan ruang belajar itu kondisinya sangat sempit dibandingkan ruang kelas pada umumnya.

Menurutnya pihaknya tidak memungkiri aktiftas belajar mengajar disekolah juga terganggu oleh kondisi ruangan yang jebol tersebut.  Pihaknya sangat terganggu, dan dia khawatir ruangan lain ikut jebol apalagi kontruksinya satu rangkaian. “Sekarang kami kekurangan ruangan,” ujarnya.

Parwata mengatakan bangunan sekolah ini merupakan bangunan tua dan sempat dilakukan perehaban bagian atap yang sebelumnya menggunakan kayu diganti menggunakan kap baja ringan pada tahun 2008.  Namun atap tersebut kembali jebol. Pihaknya juga sudah melaporkan kerusakan tersebut.

Sementara Kabid Dikdas Dikporaparbud Dewa P Wardana Astawa dikonfirmasi Kamis (20/9) sore mengakui adanya kerusakan di SDN 1 Batuagung.  Pihaknya awalnya sudah akan menganggarkan di perubahan. Namun karena anggaran mencapai lebih dari Rp 300 juta sehingga tidak bisa di perubahan. “Mungkin nanti di APBD 2019 karena kerusakan cukup parah. Diatas 200 juta tidak bisa kami anggarkan di perubahan,” jelas Dewa P Wardana.

Dikatakan tahun ini pihaknya akan merehab 8 sekolah dari anggaran induk 2018. Delapan sekolah tersebut diantaranya ada SDN 2 Tegal Badeng Barat juga dengan anggaran Rp 230 juta (direncanakan bulan September). Selain itu ada SDN 5 Melaya Rp 264,7 juta, SDN 1 Melaya Rp 362 juta (sudah proses pengerjaan). SDN  4 Brangbang Rp 227, 6 juta,.SDN 2 Air Kuning Rp 386 juta, SDN 4 Batuagung Rp 352 juta, SDN 3 Yehembang Rp 478,8 juta dan SDN 3 Yehembang Kangin Rp 228,6 juta. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.