Tim karateka Bali yang berlaga pada Kejurnas Piala Panglima 2018, di GOR Mabes TNI Cilangkap Jakarta, 21-23 September. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pengprov FORKI Bali menurunkan 16 karateka pada Kejurnas Piala Panglima 2018, untuk kategori kadet, junior, dan U-21, di GOR Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, 21-23 September. Kontingen karateka Bali, bertolak ke Ibu Kota, Rabu (19/9) sore ini.

Binpres FORKI Bali Maryoto Subekti, di Denpasar, Selasa (18/9) menerangkan, berdasarkan selekda dari 41 karateka yang dipanggil, telah dinyatakan 11 atlet yang layak tampil dan dibiayai FRKI Bali, sedangkan sisanya lima atlet bersedia tampil atas biaya sendiri. ‘’Jadi, totalnya 16 atlet yang berlaga, mereka ini semuanya atlet unggulan’’ ungkapnya.

Maryoto menyebutkan, kesebelas karateka yang dibiayai FORKI Bali adalah Kadek Andri Dwiwahyudi, Putu Ratna Kencana Dewi, Ni Made Kristina Candra Dewi, Made Dwitya Krismawan, Nyoman Wira Darma Putra, Palapa Maha Awatara, Putu Krisna Fajar Dananjaya, Putu Agus Mahardika Putra, Ni Made Meriantini, Ni Putu Ayu Dian Novita, dan Ni Made Yuli Kristina.

Sedangkan lima atlet berlaga atas biaya sendiri, yakni Made Krisnanta Gustisa Adiwangga, Ni Made Nada Dwimayanti, Ni Putu Ravina Dewi, Saddam Anugrah Firdaus, dan I Komang Bagus Suryadana. Mereka didampingi trio pelatih, yakni Nyoman Sumayasa, utu Kris Budi, dan Aditia Putra Tama.

Baca juga:  Coki Mundur dari Timnas AG, Budi dan Gangga Dipanggil

Selain itu, terdapat tiga karateka Bali yang anggota TNI-AD dan membela Mabes TNI. Mereka adalah Dwi Puspita sari, Agung Aprila Putra, dan Krisna.

Di sisi lain, Ketua Umum Pengprov FORKI Bali Ketut Rochineng, mengemukakan, ke-16 karateka Bali yang diterjunkan merupakan hasil selekda. Bahkan mereka ini sering merebut gelar juara di level nasional. ‘’Para karateka yang mengikuti selekda, pernah juara di event nasional dan mewakili FORKI kabupaten dan kota, serta perguruan se-Bali,’’ ujar Rochineng.

Untuk itu, pihaknya berharap mereka pulang bisa membawa pulang minimal delapan medali. ‘’Mereka ini karateka bibit unggul yang siap menjadi pelapis sekaligus regenerasi atlet seniornya Cokorda Istri Agung Sanistya Rani alias Coki dan Made Budi Kertiyasa,’’ jelas Rochineng. (Daniel/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.