Pelaku dan barang bukti diamankan di Polres Bangli. (BP/nan)

 

BANGLI, BALIPOST.com – Gara-Gara kedapatan nyabu, sopir truk Galian C I Wayan Rispa Ginaya (29) dibekuk jajaran Sat Resnarkoba Polres Bangli, Minggu (16/9) dini hari. Pria asal Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, Kintamani, Bangli itu di bekuk di dalam sebuah kamar tamu milik pelaku yang sedang asik sendirian nyabu.

Kronologisnya, petugas kepolisan mendapatkan informasi bahwa ada warga yang sering memakai narkotika jenis shabu-shabu di wilayah Banjar Kayukapas, Kintamani.

Dari informasi itu, petugas dari Sat Resnarkoba Polres Bangli lansung turun melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut. Pada Minggu (16/9) sekitar pukul 24.14 Wita petugas berhasil mengamankan Rispa Ginaya yang sedang memakai shabu di kamar tamu. Dari penggerebekan petugas berhasil mengamankan shabu-shabu seberat 0,10 gram, satu buah bong sebagai alat isap, dua pipet kaca, dua pipet plastic warna putih, satu buah handphon merk Samsung warna putih dan dua buah korek api gas.

Baca juga:  Dikira Maling, Pengedar Narkoba Lolos dari Kejaran Warga

Kasat Resnarkoba Pores Bangli, AKP Putu Sunarcaya dalam pres rilis, mengungkapkan, dari hasil keterangan yang di dapat, bahwa pelaku mendapatkan barangan haram tersebut dari seseorang yang mengaku berinisial K dengan membeli seharga Rp 400.000.

“Untuk pelaku dikenakan pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun dengan denda paling sedikit Rp. 800 juta dan paling banyak Rp. 800 miliar,” ujar AKP Sunarcaya.

I Wayan Rispa Ginaya, mengungkakan, jika dirinya memakai shabu-shabu sejak setahun lalu. Kata dia, dirinya memakai shabu biar kuat ketika membawa pasar. Kata dia, untuk pemaian shabunya kadang dilaukan smeinggu sekali kadang sebulan sekali. “saya pakai sabu biar kuat. Karena kalau tidak pakai saya lemas,”ujarnya. (eka prananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.