Bekas hunian pengungsi erupsi Gunung Agung. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Sampai saat ini aktivitas Gunung Agung masih cukup tinggi. Level gunung tertinggi di Bali itu juga masih berada di level III (Siaga). Sehingga potensi untuk terjadinya erupsi masih cukup besar. Melihat kondisi itu, Perbekel Desa Ban, Kubu, Karangasem berencana membangun hunian sementara (huntara) sebagai antisipasi jika Gunung Agung kembali erupsi dan membuat warga kembali harus mengungsi.

Perbekel Desa Ban, I Wayan Potag mengatakan, rencana pembangunan hutara itu dilakukan mengingat status Gunung Agung masih level siaga. Sehingga, potensi untuk terjadi erupsi masih tinggi. Pihaknya ingin membangun huntara bagi warganya yang nantinya kembali harus mengungsi jika gunung Agung kembali mengalami erupsi besar.

“Jika sudah dibangun huntara ini, maka warga yang hendak mengungsi khususnya yang radiusnya dekat 4 km sementara bisa menempati huntara itu. Dimana bangunan huntara dibangun di luar radius bahaya 4 km. Sehingga lokasi bangunan yang dibangun nantinya benar-benar aman,” ungkapnya.

Baca juga:  Belasan Ribu Anjing di Klungkung Divaksinasi

Menurut Potang, untuk pembangunan huntara itu sebelumnya pihaknya telah melakukan koordinasi dengan para donatur yang akan membantu sarana prasarana bangunan. Kata dia, dari hasil koordinasi yang dilakukan itu, para donatur meminta pihaknya supaya lokasi tempat dibangunnya huntara di wilayah yang benar-benar aman. Karena mereka tidak ingin pembangunan yang dilakukan justru tempatnya tidak aman.

“Kita juga diminta memastikan lahan yang bakal dipergunakan untuk membangun huntara itu. Rencananya kita bangun huntara di lahan milik warga. Sehingga kami lebih dulu akan melakukan koordinasikan dengan warga untuk pembangunan itu. Jadi untuk huntara Gunung Agung masih mengecek dan memastikan lokasi. Kalau lokasi sudah pasti akan diajukan ke pihak donatur,” katanya.

Selain melakukan pembangunan huntara terkait antisipasi erupsi Gunung Agung, jelas Potang, pihaknya juga telah membangun huntara bagi warga yang rumahnya tidak bisa lagi ditempati akibat bencana gempa Lombok beberapa waktu lalu. (eka prananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.