BANGLI, BALIPOST.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli ditugaskan untuk menggarap sebuah tarian maskot kabupaten. Tugas itu diberikan Bupati Bangli I Made Gianyar saat melakukan sidak ke Disparbud, Kamis (13/9).

“Ya Bapak Bupati berkeinginan agar Bangli punya tari maskot, yang berbeda dengan kabupaten lain. Tarian itu juga agar ditindaklanjuti dengan Perda (peraturan daerah),” kata Sekretaris Disparbud Kabupaten Bangli Dewa Gede Bakti, Jumat (14/9).

Dijelaskan Dewa Bakti, Bupati sempat menyampaikan ide terkait jenis bunga yang bisa dipakai sebagai tari maskot. Usulannya yakni gumitir.

Gumitir dipilih karena bunga berwarna kuning tersebut tak hanya indah, namun juga berguna sebagai obat, khususnya pada daunnya. Dewa Bakti mengaku pihaknya sudah mulai menindaklanjuti dengan membicarakannya bersama staf bidang kesenian.

Selama ini, terang Dewa Bakti, Kabupaten Bangli sudah memiliki sebuah tarian maskot yang sering dipentaskan dalam setiap kegiatan di pemerintahan dan sekolah-sekolah. Tari yang dimaksud yaitu tari Sekar Sandat.

Baca juga:  Warga Karangasem Mengungsi ke Bangli, Ini Lokasi yang Disiapkan

Hanya saja, tarian yang digarap seniman tari Nengah Darsana, Eka Stianti dan Penabuh Dewa Gede Darmayasa tersebut belum di-Perdakan. “Karena belum di-perdakan, akhirnya kabupaten lain membuat tarian dengan nama Bunga Sandat. Walaupun kata bunga dan sekar lain, tapi pengertiannya kan sama,” jelasnya.

Selain ditugaskan menggarap tari maskot, Disparbud Bangli juga ditugaskan menggarap tari kebesaran. Selama ini Bangli sudah memiliki sebuah tarian yang bisa menjadi tari kebesaran, yakni Tari Geopark. Tarian tersebut sudah diciptakan sekitar dua tahun.

Sama seperti Tari Sekar Sandat, Tari Geopark juga belum di-perdakan. “Tarian ini juga masih belum tersosialisasikan luas,” imbuhnya. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.