NEGARA, BALIPOST.com – Sejumlah pohon di dalam areal Anjungan Cerdas Jalan Nasional (ACJN) Rambut Siwi di Yehembang Kangin, Mendoyo layu. Padahal pohon-pohon hiasan itu baru ditanam, namun beberapa sudah ada yang mengering.

Dari pengamatan Jumat (14/9), beberapa pohon yang ditanam di sekitar boulevard yang mengelilingi bangunan sudah mulai menguning bahkan diantaranya sudah mati. Ironisnya, pohon-pohon Palem itu berada di dekat bangunan utama di tengah.

Sekurangnya lebih dari lima pohon palem yang daunnya sebelumnya hijau kini kering. Bahkan batangnya juga mulai bengkok.

Justru yang hijau rimbun dan banyak tumbuh adalah rumput ilalang. Seperti nampak di bangunan sisi utara yang dilengkapi dengan sarana bermain anak-anak dan alat olahraga diselimuti rumput.

Bahkan tinggi rumput hampir menutupi sarana bermain tersebut. Sejak rampung dikerjakan beberapa bulan lalu, ACJN belum dibuka untuk umum.

Baca juga:  Selama Nyepi, Telkom Matikan Layanan Indihome di Bali

Pintu masuk utama dan sayap Barat tertutup plang sehingga kendaraan tidak bisa masuk. Di tiap pintu juga dijaga oleh petugas penjaga.

Saat ini di pintu masuk utama juga sedang dilakukan perbaikan drainase dan pelebaran jalan. Kondisi ini sempat mendapat sorotan dari Komisi III DPRD Bali yang melakukan sidak ke lokasi belum lama ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana, I Wayan Darwin terkait hal tersebut mengaku akan segera melakukan pengecekan. Bila memang ditemukan pohon mati, Dinas akan berkoordinasi dengan pihak yang bertanggungjawab agar diganti.

Proyek pembangunan ACJN ini merupakan proyek dari pusat dengan anggaran Rp 64 miliar. Pembangunan dilakukan multiyears oleh PT Nindya Karya Wilayah VII sejak Oktober 2016. Pengerjaan anjungan cerdas ini rampung lebih cepat dari batas waktu yang ditentukan. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.