MANGUPURA, BALIPOST.com – Pesilat yang meraih medali emas di Asian Games (AG) 2018, Wewey Wita melakukan syuting iklan di Bali. Ditemui sebelum syuting, Senin (10/9) malam di Kuta, Wewey mengatakan ini merupakan pengalaman pertamanya menjadi bintang iklan.

Perempuan bernama asli Yo Chu Wey ini mengaku gugup karena bidang ini baru pertama kali dilakoninya. Selama ini ia hanya fokus menggeluti silat dan mampu mengharumkan nama Indonesia lewat berbagai prestasi yang diraihnya di ajang event olahraga internasional.

Wewey melakukan syuting di Air terjun Banyumala, Wanagiri, Buleleng. “Nervous juga karena ini bukan dunia Wewey,” kata pesilat dari Klub Perisai Diri ini.

Untungnya, ia menjadi diri sendiri dalam iklan tersebut. Iklan bercerita tentang ilmu silat yang ditekuninya sejak kecil. “Wewey sangat berterima kasih diberi kesempatan memperkenalkan silat,” jelas perempuan kelahiran 5 Februari ini.

Namun, di iklan terbaru milik Sido Muncul ini, Wewey tidak akan memperlihatkan adegan perkelahian menggunakan teknik silatnya. Sebab, yang diangkat adalah filosofi silat yang tidak mengedepankan kekerasan, melainkan perdamaian. Diharapkan melalui iklan Tolak Linu terbaru ini, silat bisa lebih diterima secara universal.

Baca juga:  SBY Kunjungi Pabrik Sido Muncul

Sebab silat tidak identik dengan perkelahian melainkan juga menampilkan keindahan dan keluwesan dalam gerakannya. Filsafat orang mempelajari silat mencari keseimbangan, perdamaian, dan kesehatan.

Wewey belajar silat sejak kelas 5 SD. Awalnya ia sempat mempelajari karate, namun beralih ke pencak silat.

Tujuan semula Wewey mempelajari pencak silat supaya bisa menjaga diri. Setelah ditekuni, ia berkeinginan ikut kompetisi. Awalnya Wewey tidak memperoleh restu. Bahkan, orang tuanya lebih suka kalau Wewey jadi model.

Namun, penolakan itu tidak membuatnya patah semangat. Wewey berhasil membuktikan bahwa dirinya berbakat di pencak silat dengan segudang prestasi.

Orang tuanya pun akhirnya luluh yang saat itu sedang berjuang untuk membangun keluarganya dari kebangkrutan ekonomi. Dengan prestasi Wewey setidaknya dapat membantu meringankan beban orangtuanya.

Berbagai kejuaraan ia ikuti. Ia menjadi juara dalam Kejuaraan Dunia di Phuket saat berusia 22 tahun. Ia juga berhasil membawa emas dalam perhelatan SEA Games 2017 di Malaysia. Begitu juga saat mengikuti perhelatan akbar Asian Games 2018 di Indonesia, Wewey menyumbangkan emas ke-30 untuk kontingen Indonesia atau emas ke-14 dari cabor pencak silat. (Diah Dewi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.