Sejumlah anggota kelompok penyu dan masyarakat di Perancak mengangkat bangkai penyu Lekang yang ditemukan mati terdampar di Perancak Minggu pagi. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Selama sepekan terakhir, di pesisir Pantai Jembrana banyak ditemukan penyu dewasa mati terdampar.  Belum diketahui pasti penyebab banyaknya penyu dewasa yang mati tersebut. Hal ini mengundang keprihatinan para pelestari Penyu di Jembrana. Mereka berharap ada penelitian untuk mencari sebab penyu-penyu ini mati dalam waktu yang hampir berdekatan.

Koordinator Kelompok Pelestari Penyu (KPP) Kurma Asih, Wayan Anom Astika Jaya, Minggu (9/9) mengatakan, pihaknya belum mengetahui persis apa penyebab banyaknya penyu dewasa mati hingga terdampar di Pantai Perancak. Dalam sepekan saja, sudah ada empat bangkai penyu dewasa. “Kalau dihitung dari bulan Februari, di sepanjang pantai Jembrana lebih dari 10 penyu dewasa. Rata-rata umurnya diperkirakan lebih dari 30 tahun. Kami berharap ini (penyu mati) tidak terjadi lagi. Dan bila perlu, ada penelitian penyu-penyu ini banyak mati. Sehingga bisa dilakukan pencegahan,” ujar Anom.

Beberapa waktu sampel penyu mati yang terdampar di Perancak sempat dibawa ke laboratorium namun belum bisa dipastikan karena kondisinya sudah membusuk. Dalam sepekan ini, menurutnya sudah ada empat penyu mati terdampar ditemukan oleh warga. “Tadi (kemarin) pagi juga ada, jenis penyu Lekang, jantan ukuran panjang kerapas 75 centimeter,” ujaranya.

Baca juga:  Jamnas VW ke-49, Peserta Lakukan Pelepasan Tukik di Penimbangan

Penyu mati tersebut diperkirakan berumur lebih dari 45 tahun dan dilihat dari kondisinya diduga akibat terjerat jaring. Dimana di bagian depan flipper (kaki penyu) patah dan di bagian belakang terpotong.

Selain di Pantai Perancak, pihaknya juga menerima informasi di Pantai Yehembang juga ditemukan bangkai penyu Hijau. Namun kondisinya sudah membusuk hanya tersisa cangkang. Anom bersama para pelestari penyu yang lain berharap tidak ada penyu lagi yang mati karena faktor alam atau faktor disengaja oleh manusia (diburu). Selama puluhan tahun berkecimpung dalam pelestarian penyu di Jembrana, fenomena matinya penyu-penyu di laut ini baru kali ini terjadi. Apalagi interval waktu antara penyu yang satu dan lainnya yang ditemukan mati cukup dekat.

Selama ini pihaknya dan beberapa KPP lain di Jembrana terus berupaya melestarikan penyu, agar populasi penyu terus bertambah. Saat ini seluruh jenis Penyu masuk kategori hewan dilindungi. Dari ratusan ekor tukik (anak penyu) yang dilepasliarkan ke laut, hanya beberapa saja yang mampu hidup. Dan bila bisa hidup. usia penyu bisa mencapai ratusan tahun. (surya dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.