Proses evakuasi jenazah seorang pria asal Jakarta, Denny Handoyo meninggal dunia usai mengikuti lari maraton Maybank 2018 yang diselenggarakan, Minggu (9/9). (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Seorang pria asal Jakarta, Denny Handoyo (50) meninggal dunia usai mengikuti lari maraton Maybank 2018 yang diselenggarakan, Minggu (9/9). Korban terjatuh dan menghebuskan nafas terakhir tepat 100 meter sebelum sampai di garis finis.

Kapolsek Gianyar, Kompol S Yoga diikonfirmasi membenarkan hal itu. Korban meninggal dunia usai mengkuti lari marathon 10 K. Dikatakan, korban dengan nomor peserta 90886 terjatuh tepat sekitar 100 meter sebelum garis finish yang berlokasi di Bay Pas I.B. Mantra. “Mulai jatuhnya sekitar 100 meter sebelum finish,“ tegas Kompol S. Yoga.

Saat terjatuh, korban langsung didekati oleh tim PMI. Proses penyelematan dilakukan dengan memberikan oksigen, namun tidak ada respon. Selanjutnya dilarikan ke RS Kasih Ibu, Desa Saba dengan mobil ambulance.

Di rumah sakit itu korban juga sempat mendapat perawatan dokter, namun nyawanya tetap tidak tertolong. “ Yang bersangkutan meninggal dunia diduga karena terkena serangan jantung, “ katanya.

Secara terpisah Direktur RS Kasih Ibu Desa Saba, dr Ngurah Buana mengatakan korban sudah sempat mendapat penanganan dari tim medis PMI. Karena kondisi korban di nilai tidak membaik, lantas langsung dilarikan ke RS Kasih Ibu Desa Saba. “Korban langsung dibawa kesini, karena dengan lokasi jatuhnya korban memang rumah sakit kami yang terdekat,“ jelasnya.

Baca juga:  Pengusaha Asal Tabanan, IB Raka Meninggal Dunia

Setiba di rumah sakit korban langsung mendapat penanganan tim medis. Diakui, saat baru datang, korban sudah dalam kondisi nadi tida berdenyut, namun pihak rumah sakit tetap berupaya melakukan pertolongan. “Sampai 30 menit dilakukan pertolongan berupa pompa jantung, dikasi juga masuk obat obatan, namun tetap tidak ada denyut nadi, tetapi memang dari datang sedah korban meninggal, “ katanya.

Dikatakan, pihak rumah sakit juga sudah dihubungi oleh keluarga korban yang saat ini masih berada di Jakarta. “Pihak keluarga meminta jenasah dikirim ke Jakarta, ini sedang diproses,“ katanya.

dr Ngurah Buana megungkapkan, bahwa Denny Handoyo bukan satu satunya korban yang dilarikan ke RS Kasih Ibu Desa Saba. Informasinya, ada 5 pasien yang dibawa ke rumah sait. Salah satunya pelari asal Malaysia yang kakinya patah, diketahui karena terkilir usai dikejar anjing saat mengikuti lari marathon.

“Infonya saat lari patah karena dikejar sama anjing mungkin keseleo, selain itu ada juga dua pasien yang kelelahan sekarang masih opname,“ tandasnya. (manik astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.