DENPASAR, BALIPOST.com – Kasus perampokan terjadi di Toko AA Testil di Jalan Sulawesi, Denpasar, milik Gamar (58), Selasa (14/8). Pelakunya tak lain keponakan korban, Yahya Alhad (29) dan berhasil dibekuk tim Ospnal Polsek Denpasar Barat (Denbar), Rabu (5/9).
Sebenarnya pelaku asal Lombok tapi tinggal di Denpasar.

“Pekerjaan pelaku tidak jelas. Modusnya, pelaku datang ke TKP lalu marah-marah dan mengancam korban mengunakan penggaris terbuat dari kayu,” kata Kapolsek Denbar Kompol Adnan Pandibu, Kamis (6/9).

Kronologisnya, menurut Kompol Adnan, pada Selasa pukul 13.30 Wita, pelaku datang ke TKP lalu mengambil penggaris kayu yang ada di tumpukan kain. Selanjutnya penggaris itu diayunkan ke arah korban. Perbuatan pelaku itu membuat wanita yang tak lain bibinya ketakutan. Bahkan penggaris kayu itu dipakai memukul meja hingga terbelah.
“Pelaku bilang saya tidak takut sama semua,” ungkap Adnan, didampingi Kanitreskrim Iptu Aji Yoga Sekar.

Baca juga:  Sopir Mobil PT Andalan Diinjak-injak Perampok

Beberapa menit kemudian datang keponakan korban yang lain dan sempat memegang pelaku. Tapi semua orang yang ada di TKP tak berani berbuat apa-apa saat pelaku mengambil uang Rp 7 juta di laci meja korban, lalu kabur. “Informasinya pelaku sering minta-minta di sepanjang Jalan Sulawesi. Dengan adanya kejadian tersebut dilaporkan korban melapor ke Polsek Denpasar Barat,” tegas mantan Kapolsek Denpasar Timur.
Polisi sempat dicari ke beberapa tempat sering dikunjungi pelaku tapi hasilnya nihil. Pasalnya setelah ngerampok, pelaku kabur ke Jawa.

Selanjutnya pada Rabu (5/9) lalu, tim Opsnal dipimpin Panit I Ipda Nengah Seven Sampeyana mendapat informasi jika pelaku berada di Toko Istana Sport di Jalan Raya Sesetan, Denpasar. Polisi langsung ke sana dan menangkap pelaku. Saat diperiksa pelaku mengaku uang tersebut dipakai beli pakaian dan biaya hidup selama pelariannya ke Jawa.(kerta negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.