Seorang penjaga pantai memasang bendera larangan berenang di salah satu titik di pantai Kuta. Larangan dipasang karena adanya gelombang tinggi. (BP/dok)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Dalam beberapa hari ke depan, tinggi gelombang diprediksi bisa lebih dari 2 meter. Kondisi ini berdasarkan prakiraan cuaca harian wilayah Bali 5-7 September 2018.

Di perairan utara Bali tinggi gelombang laut diperkirakan berkisar 0.25-2 meter, perairan selatan Bali 0.75-4 meter, selat Bali 0.75-4 meter, demikian pula Selat Lombok 0.75-4 meter. Untuk itu masyarakat nelayan dan pelaku wisata bahari diimbau waspada terhadap potensi gelombang tinggi di perairan selatan Bali.

Menurut Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar, Drs. M. Taufik Gunawan, Dipl. SEIS, Rabu (5/9), potensi gelombang tinggi di atas 2 meter terjadi di pantai bagian selatan. Rinciannya, yakni Kuta, Ungasan, Pecatu, Uluwatu, Nusa Dua, dan Nusa Penida.

Gelombang tinggi juga diperkirakan terjadi di Lombok bagian selatan. “Waspadai potensi tinggi gelombang laut mencapai 2 meter atau lebih di Selat Bali, Selat Badung, Selat Lombok, dan Samudera Hindia Selatan Bali,” ujarnya.

Baca juga:  Nusa Penida, Pusat peringatan Coral Triangle Day

Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter juga perlu diwaspadai Nelayan. Tidak hanya itu, kapal tongkang juga diharapkan waspada terhadap kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang 1.5 meter. Begitu juga Kapal Ferry, agar memperhatikan kecepatan angin melebihi l 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter.

Dari analisa pemodelan cuaca kata Taufik, kondisi cuaca wilayah Bali secara umum berawan. Berpotensi hujan dengan intensitas ringan, terutama di Bali bagian barat, selatan, dan tengah. BMKG juga merilis peringatan dini gelombang tinggi wilayah Perairan Bali-NTB, 5-8 September. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.