Petugas Pemadam Kebakaran Badung melakukan pelatihan untuk menghadapi pertemuan IMF-WB. (BP/edi)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Jelang IMF-WB Annual Meeting bulan Oktober mendatang, berbagai persiapan dilakukan Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung. Menurut Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Badung, I Wayan Wirya, SE, M.Si, pada kegiatan IMF nanti, Damkar akan menurunkan sebanyak 167 personil termasuk tim rescue. Mereka akan disiaagakan di kawasan ITDC dan juga saat kegiatan di GWK.

Sedangkan, untuk mobil pemadam kebakaran akan disiagakan sebanyak tujuh unit yang akan ditempatkan di empat titik di ITDC. Selain itu juga ada banckup dari pos yang ada di Badung. “Untuk sarana dan prasarana serta personil akan mulai disiagakan dilokasi pada H-1,” ujarnya.

Selain itu, Damkar Badung juga melakukan Penandatanganan Letter of Operational Coordination Agreement (LOCA) dengan pihak Angkasa Pura I (AP I).

Dijelaskan persiapan juga terus dilakukan. Seperti yang dilaksanakan, Rabu (5/9), sejumlah personil Damkar melakukan latihan penggunaan alat dan prasarana serta latihan penyelamatan. Ia mengatakan, kegiatan ini untuk melatih kesiapan personil dalam menangani kejadian kebakaran. Salah satu yang dilakukan yaitu kesiapan personel mengoperasikan peralatan Masker Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA) atau alat bantu pernafasan.

Baca juga:  BBF 2017 Memantik Festival Kelas Dunia di Kawasan Nusa Dua Bali 

Selain itu juga dilakukan latihan keterampilan tali temali untuk melakukan penyelamatan dan evakuasi. “Di sini kita coba latih untuk penggunaan masker, berapa waktu yang dibutuhkan dari pemasangan sampai melakukan penanganan. Begitu juga untuk penyelamatan, diharapkan bisa secepatnya,” ucapnya.

Saat ini kata Wirya, pihaknya memiliki Tim Rescue untuk penyelamatan sebanyak 60 orang.

Untuk koordinasi dengan pihak AP I, saat ini sudah berjalan. Dikatakan, untuk di Bandara terkait penanganan kejadian kebakaran, apabila skalanya kecil, bandara secara mandiri mampu mengatasi. Karena di sana sudah didukung sebanyak 106 personil dengan 6 unit mobil pemadam kebakaran.

Sesangkan, apabila skalanya besar, baru memerlukan bantuan dari luar bandara. Di lapangan menurutnya situasinya akan menyesuaikan dengan kejadian. Entah itu kebakaran atau non kebakaran. “Kita juga tupoksinya non kebakaran termasuk rescue. Dalam hal penyelamatan, seperti contoh dalam penanganan teroris, damkar akan turun untuk penanganan bahan kimia dan zat beracun,” terangnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.