Wisatawan antre di sebuah restoran yang menyajikan kuliner khas Kedonganan. (BP/edi)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kawasan pantai Kedonganan yang terkenal dengan pasar ikan dan juga kulinernya, selalu menjadi daya tarik wisatawan. Untuk menghilangkan kesan kumuh, saat ini pantai sebelah utara kedonganan sedang ditata.

Dikonfirmasi, Minggu (2/9), Bendesa Adat Kedonganan, Dr. Wayan Mertha SE, M.Si, mengatakan, penataan ini memang tidak secara khusus untuk menyambut IMF-WB Annual meeting yang tinggal sebulan lagi. Penataan ini tujuannya murni untuk membersihkan dan menata kawasan di Utara Kedonganan. “Penataan ini tidak hanya untuk menyambut pelaksanaan IMF namun juga untuk keberlanjutan nanti,” katanya.

Menurutnya, tidak hanya penataan pantai yang dilakukan, pihaknya juga menyiapkan Kedonganan Cruise yang akan diresmikan bulan ini. Kedonganan Cruise ini, diharapkan bisa menjadi alternatif bagi delegasi IMF. “Kami akan tawarkan kok (cruise) kepada teman-teman yang meng organise IMF. Tidak hanya itu, tentunya kuliner di Kedonganan juga sudah pasti,” kata Mertha.

Mertha yang juga Akademisi di Sekolah Tinggi Pariwisata Bali ini mengatakan, untuk daya tampung dari cruise ini memang masih terbatas. Untuk sekali trip hanya mampu menampung maksimal sebanyak 120 penumpang. Rencananya akan dilakukan tiga kali trip dalam sehari pagi, siang dan sore saat sunset.

Baca juga:  Akan Ditata, Masyarakat Legian Inginkan Pantai Tetap Alami

Tentu ini bisa menjadi pengalaman baru bagi para delegasi IMF. Dengan cruise ini, mereka bisa melihat keindahan pantai dari tengah laut, sekalian juga melihat matahari terbenam. “Nanti semacam sightseeing atau melihat-lihat dari Kedonganan menyusuri pinggir pantai sampai ke pantai Padang-padang. Untuk sunset, dari Kedonganan bisa sampai ke kawasan Pantai Uluwatu,” pungkasnya.

Diakuinya, untuk penataan sementara saat ini sudah menghabiskan dana sebesar 300 juta dari Desa Adar Kedonganan. Sedangkan untuk penunjang cruise ini, pihaknya sudah menyiapkan Lounge atau ruang tunggu untuk penumpang cruise.

Lokasinya di kantor KUD yang dimodifikasi menjadi lounge. “Sementara bangunan itu yang digunakan. Karena penataan yang besar belum dimulai. Masih menunggu bantuan dari pemerintah kabupaten Badung,” ucapnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.