Warga yang menemukan penyu sisik terdampar di Pantai Tembles dalam kondisi lemas menyerahkan ke KPP Kurma Asih Perancak untuk direhabilitasi. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Seekor penyu Sisik, Sabtu (1/9) malam ditemukan warga terdampar di Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo dalam kondisi lemas. Hewan yang dilindungi ini saat ditemukan dalam kondisi menengadah dan nyaris mati. Oleh Sujono (45) warga Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan yang menemukan, penyu itu diselamatkan dan diserahkan ke Kelompok Pelestari Penyu (KPP) Kurma Asih Perancak, Minggu (2/9) pagi.

Menurut Sujono, ia menemukan penyu Sisik itu di pesisir pantai Tembles sekitar pukul 23.00 Wita. Saat itu ia sengaja menyusuri pantai untuk mencari sarang (nest) penyu yang biasanya berada disekitar pantai. Setelah berjalan beberapa meter melewati Pura, ia melihat penyu itu terdampar. “Tepatnya di dekat pipa-pipa, saya lihat masih hidup tapi di perutnya seperti ada luka,” terang salah satu relawan penyu itu. Sebelumnya ia juga mendapati sejumlah telur penyu yang rencananya juga hendak dibawa ke Perancak.

Koordinator KPP Kurma Asih Perancak, Wayan Anom Astika Jaya membenarkan menerima penyu sisik yang ditemukan warga dalam kondisi sakit itu. Dari pengecekan panjang kerapas penyu 30 cm dan lebar 26 cm. “Ini merupakan yang kesekiankali kami menerima informasi penyu terdampar.  Sebelumnya banyak juga laporan di sepanjang pantai tapi kondisinya sudah membusuk,”  tandasnya.

Baca juga:  Ditemukan, Potongan Tubuh Manusia di Tepi Pantai

Lantaran dalam kondisi sakit, pihaknya melakukan rehabilitasi untuk pemulihan kondisi. “Penyu ini sepertinya stress dan lemas, kita tempatkan di kolam disini sampai sehat dulu,” tambah Anom.

Setelah sehat nanti, pihaknya akan melepasliarkan penyu itu kembali ke laut. Menurutnya di sepanjang pantai di Jembrana merupakan habitat penyu untuk bertelur. Sehingga seringkali banyak ditemukan nest yang bila tidak dikelola akan banyak yang mati. Pihaknya melalui relawan-relawan yang tersebar dari Gilimanuk hingga Pekutatan berupaya menyelamatkan telur-telur penyu tersebut. Setelah menetas, anak penyu atau tukik itu nantinya langsung dilepasliarkan ke habitatnya. (surya dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.