Suasana rangkaian upacara pada puncak piodalan di Pura Puri Agung Dalem Tarukan, Kecamatan Tampaksiring. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Ratusan krama mengikuti puncaki karya piodalan di Pura Puri Agung Dalem Tarukan, di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, pada Rabu (29/8). Puncak karya ini dipuput Bagawanta Pura, Ida Pedanda Wayahan Bun Pejeng Griya Sanur Pejeng.

Bendesa Pura Puri Agung Dalem Tarukan, Guru Bambang Nyoman Oka ditemui Rabu kemarin menjelaskan piodalan di pura ini digelar enam bulan sekali setiap pada Buda Umanis Perangbakat. Rangkaian karya piodalan ini sudah dimulai Wrespati, Kliwon Menail (23/8) dengan rangkaian upacara mecaru. Dilanjutkan pada Anggara Kliwon Perangakat pada (28/8) yakni upacara nedunan Ida Bhatara. “ Selasa kemarin itu juga dilaksanakan melasti, di pura taman, yang masih ada di lingkungan Pura ini, “ katanya.

Dijelaskan piodalan di Pura Puri Agung Dalem Tarukan ini meliputi tiga katagori, pertama setiap tiga tahun sekali dinamakan nyatur. Nah pada pertengahan dari tiga tahun ini dilaksanakan piodalan mungkup sari. Piodalan kali inilah disebut mungkup sari. “ Perbedaan antara nyatur dan mingkup sari ini terletak pada banten yang dipersembahkan, “ katanya.

Baca juga:  Krama Mulai “Ngayah” Persiapan Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur

Katagori ketiga ialah piodalan pada Buda Umanis Perangbakat yang bertemu dengan purnama atau tilem. Dikatakan piodalan katagori yang ketiga ini sempat berlangsung pada enam bulan yang lalu. “ Nah pada piodalan yang bertemu dengan purnama atau tilem itu, semua simbol putra beliau datang ke pura ini, “ ucapnya.

Usai piodalan Rabu, akan dilanjutkan dengan ngayarin selama tiga hari. Hingga ngayarin dan nyineb piodalan akan dilaksanakan pada Saniscara Wage Perangbakat. “ Keesokan pada redite Kliwon Bala, Ida Bhatara munggah mesineb ke meru, “ tandasnya. (manik astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.