Gubernur Bali Made Mangku Pastika memberikan penghargaan Bali Mandara Parama Nugraha pada 6 tokoh. (BP/jus)

DENPASAR, BALIPOST.com – Di akhir masa jabatannya, Gubernur Bali Mangku Pastika menganugerahkan “Bali Mandara Parama Nugraha 2018,” Selasa (28/8) malam. Anugerah diberikan kepada enam tokoh inovatif dan inspiratif.

Mereka adalah; Pemimpin Kelompok Media Bali Post, ABG Satria Naradha, perintis kalender Bali Ketut Bangbang Gde Rawi, pelestari seni dan budaya Pande Wayan Suteja Neka, penyelamat beras merah Jatiluwih Grace M. Tarjoto, seniman serba bisa yang masih berkiprah hingga usia senja I Made Sidja, dan maestro pencipta karya monumental patung Garuda Wisnu Kencana I Nyoman Nuarta.

Dalam sambutannya, Mangku Pastika mengingatkan, agar krama Bali terus melaksanakan nilai-nilai luhur hidup bersaudara, sesuai filosofi luhur Tri Hita Karana dan semangat hidup menyama braya. “Saya sampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pegawai atas dedikasi dan kerja kerasnya dan seluruh komponen masyarakat atas dukungan dan partisipasinya sehingga program pembangunan dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” katanya.

Ucapan maaf disampaikan Pastika kepada semua pihak yang merasa tidak puas, kecewa, tersakiti, atau mungkin mendapatkan perlakuan tidak adil karena kesalahan dan kekurangannya dalam memimpin Bali. Pastika menyadari, masih ada program yang belum terlaksana secara efektif atau belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Seluruh komponen masyarakat, terutama generasi muda diajak untuk terus memantapkan komitmen membangun Bali agar lebih baik kedepannya.

Khusus kepada para pegawai, Pastika mengingatkan posisi mereka sebagai seorang abdi negara dan abdi masyarakat. Oleh karena itu harus siap mengabdikan pikiran, waktu, bahkan jiwa dan raga untuk bangsa, negara dan masyarakat. Sebab, swadarma seorang abdi negara adalah bersungguh-sungguh, sabar, dan ikhlas. Apalagi, segala fasilitas yang didapat maupun kegiatan pemerintahan bisa terselenggara karena uang rakyat. Sementara sampai sekarang masih ada rakyat yang belum sejahtera.

Baca juga:  Liburan di Pantai, Ini Kawasan Rawan di Gianyar yang Harus Diwaspadai

Pada awal sambutannya, Gubernur menyatakan pamit diri karena sudah usai pengabdian sebagai Gubernur Bali. “Pada malam hari yang cerah ini, ijinkan saya mohon diri karena telah selesai melaksanakan pengabdian sebagai gubernur Bali. Mulai besok, saya akan mengabdi kepada Bali melalui bidang dan swadarma yang berbeda,” ucapnya.

Suasana berubah haru saat Pastika juga menyanyikan lagu “Selamat Tinggal (pamit)” milik Broery Marantika sebelum menutup sambutannya. Terima kasih dan maaf. Itulah yang banyak disampaikan Pastika. Baik kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemprov Bali, maupun seluruh masyarakat di Pulau Dewata. Penilaian terhadap apa yang sudah dilaksanakan selama 10 tahun terakhir diserahkan penuh kepada masyarakat Bali.

Sementara itu, Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali sekaligus Ketua Panitia, I Dewa Gede Mahendra Putra mengatakan, total sudah ada 26 tokoh inspiratif dan inovatif yang dianugerahi BMPN sejak 2014. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada individu, kelompok masyarakat atau institusi yang telah memberikan kontribusi penting melalui pengabdian, dedikasi, dan komitmen di bidang masing-masing untuk pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Bali Mandara Parama Nugraha diharapkan dapat memotivasi seluruh komponen masyarakat khususnya generasi muda untuk berpartisipasi aktif dan konsisten meneruskan pengabdian sesuai dengan keahlian masing-masing,” ujarnya.(Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.