DENPASAR, BALIPOST.com – Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya membuka secara resmi Boost Sanur Village Festival 2018 yang ditandai dengan penancapan Kayon Wayang, Kamis (23/8) malam. Pada kesempatan tersebut, Arief Yahya mengatakan bahwa Boost Sanur Village Festival 2018 sudah menjadi trending Topik Nomor 1 Nasional mengalahkan trending topik pemilihan presiden 2019.

Selain itu, event tahunan yang ke-13 ini juga telah masuk top 10 kelender event tahunan nasional. Sanur hingga kini masih menjadi model community best tourism (CBT) di Indonesia. Bahkan, dalam setiap kunjungannya ke luar negeri, Arief Yahya selalu mempromosikan Sanur yang layak dijadikan teladan CBT bagi pengembangan pariwisata dunia.

Berdasarkan laporan dari Kadispar Bali pada Juli 2018, kunjungan wisatawan telah memenuhi target yaitu 635 wisatawan mancanegara (wisman). Angka ini jika dikalikan 12 bulan, maka hampir 8 juta wisman akan berkunjung ke Bali. Jumlah ini tentu akan memenuhi terget kunjungan wisman yang dicanangkan di 2019 mendatang.

Pada awal semester I tahun 2018 kunjungan wisman ke Bali hanya 2,4 juta. Jumlah ini turun 18% dari semester I tahun sebelumnya yang disebabkan adanya erupsi Gunung Agung. Di Januari 2018 Bali hanya kedatangan sebanyak 350 ribu wisman (recover 70%).

Padahal rata-rata kunjungan wisma ke Bali mencapai 500 ribu setiap bulannya. Erupsi Gunung Agung sangat memberikan dampak terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke Bali, namun lambat laun perkembangan kunjungan wisatawan ke Bali semakin meningkat.

Pada Februari meningkat sebanyak 450 ribu wisman (recover 90%) dan pada Maret mencapai 485 ribu wisman (revover 95%) yang berkunjung ke Bali. Sementara pada  April hingga Juli recovery menjadi 100%.

Baca juga:  Mantap! Kunjungan Wisman Bulan April Capai 1,14 Juta Orang

Pemulihan ini memerlukan waktu sekitar 6 bulan, mulai dari Oktober 2017 hingga Maret 2018. “Jumlah ini harus dipertahankan, sehingga target nasional 20 juta kunjungan wisman dan Bali 40 persennya, yaitu sekitar 8 juta kunjungan wisman bisa terpenuhi tahun depan. Sehingga, per bulannya harus mencapai 650 ribu wisman datang ke Bali,” tandas Arief.

Pada kesempatan tersebut, Arief Yahya berpesan agar Sanur terus melakukan upaya pelestarian lingkungan dan budaya untuk keberlangsungan pariwisata di kawasan Pantai Matahari Terbit. Sebab, melalui pelestarian lingkungan dan budaya, pariwisata akan tetap lestari dan kunjungan wisman akan terus meningkat. “Hingga kini Sanur tetap menjadi model community based tourism dan saya selalu berpesan kepada daerah lain jika ingin belajar tentang pariwisata berbasis komunitas datanglah ke Sanur,” sebutnya.

Pada Oktober 2018 Bali juga akan menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan IMF-World Bank Annual Meeting. Proyeksi kedatangan wisman 15 sampai 20 ribu dengan apprech spending per arrivalnya lebih dari 2000 US Dollar.

Hal ini sudah barang tentu akan meningkatkan kunjungan wisman datang ke Bali dan meningkatkat pendapatan Bali.

Secara nasional, pada 2017 Pariwisata Indonesia telah masuk top twenty fastes growing tourism and dustry in the world yang tumbuh 22 persen. Untuk mencapai target 17 juta kunjungan wisman ke Indonesia, pariwisata Indonesia harus tumbuh hingga 21 persen. “Untuk mencapai itu kita sudah mengeluarkan petunjuk khusus, salah satu acaranya adalah memberikan isentif kepada Airline,” pungkas Arief Yahya. (Winatha/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.