Sejumlah pengungsi masih memilih tinggal di lokasi pengungsian meski aktivitas Gunung Agung sudah relatif tenang. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Aktivitas vulkanik Gunung Agung sejak beberapa pekan terakhir mulai terlihat sedikit tenang dari fase sebelumnya. Tidak pernah ada letusan yang terjadi pada gunung tertinggi di Bali itu.

Hanya terekam ada beberapa kali hembusan tipis. Kendati demikian, masih banyak warga yang enggan pulang dan memilih bertahan di lokasi pengungsian. Seperti di Kecamatan Rendang, ada ratusan warga yang mengungsi.

Salah satu pengungsi asal Banjar Kesimpar yang mengungsi di Kantor UPTD Dinas Pertanian Rendang, Karangasem, I Nyoman Mandra, Kamis (22/8), mengatakan, kendati Gunung Agung mulai terlihat sedikit tenang dan tidak pernah lagi mengalami erupsi, dirinya memilih bertahan di pengungsian. Kata dia, ia enggan pulang karena masih merasa was-was lantaran lokasi rumahnya lumayan dekat dengan Gunung Agung yakni hanya 5 km.

“Saya dan warga Kesimpar lainnya masih mengungsi di sini. Warga Kesimpar yang mengungsi di sini warga yang rumahnya berada di bagian utara dekat Gunung. Sedangkan sebagain warganya yang rumahnya berlokasi lebih ke selatan tidak mengungsi. Mereka tidur di rumahnya masing-masing,”ujarnya.

Mandra menambahkan, ia pada Kamis (23/8) berencana pulang ke kampung halaman karena ada upacara pengabenan massal di Desa Besakih. “Setelah selesai upacara saya dan keluarga lain kembali ke pengungsian,” ujarnya.

Baca juga:  TNI Bangun Tenda Pengungsian di Sambirenteng, Ini Alasannya

Lebih lanjut dikatakannya, ia sebenarnya sudah merasa bosan berada di pengungsian. Karena dirinya sudah mengungsi selama dua bulan. Diakui ada niat untuk pulang ke kampung halamannya dan tidak mengungsi lagi. Namun, ia belum berani tidur di rumahnya karena aktivitas Gunung Agung masih relatif tinggi dan sewaktu-waktu bisa erupasi. “Niat pulang sih ada. Saya sudah jenuh di pengungsian. Tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya takut Gunung Agung kembali erupsi,” jelasnya.

Disinggung terkait bantuan logistik dari petugas, Mandra menegaskan, jika bantuan rutin diberikan oleh petugas di UPTD. “Bantuan logistik memang tetap diberikan,” tegasnya.

Sementara itu, koordinator logistik di UPTD Pertanian I Wayan Sudiarta, menyatakan, jika sampai saat ini masih ada ratusan pengungsi dari Sebudi, Kesimpar dan Lebih. “Ada 315 orang warga yang masih mengungsi di dua desa di Rendang. Yakni sebanyak 259 orang mengungsi di desa Rendang dan 56 di Desa Nongan,” kata Sudiarta. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.