Kunjungan Ibu menteri Koperasi dan UMK bersama rombongan ke Lombok. (BP/kmb)

MATARAM, BALIPOST.com – Ibu Menteri Koperasi dan UKM RI I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga, berkesempatan melakukan kunjungan ke lokasi pengungsian korban gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara, Selasa (21/8). Kunjungan ibu menteri, sekaligus memberikan bantuan kepada para korban yang terdampak gempa di wilayah Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Barat.

Kedatangan istri Menteri Koperasi di KLU disambut hangat oleh warga di posko pengungsian. Setidaknya ada 4 titik posko pengungsi yang dikunjungi antara lain di Desa Pemenang Barat, Posko Tanjung, Posko Dusun Lenek di Kecanatan Gangga, serta Posko 4 Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan.

Bintang Puspayoga saat mengunjungi Posko 4 Kayangan, disambut hangat oleh warga. Di Posko tersebut terdapat sekitar 251 jiwa yang berasal dari Dusun Lokok Rangan dan sekitarnya.

Saat bercengkrama dengan warga, Bintang Puspayoga memberi dorongan, semangat dan motivasi kepada warga. Di tengah suasana duka tertimpa bencana yang menimpa warga, aktifitas harus dijalankan sebagaimana biasa. Warga menurut dia tidak perlu larut dalam kesedihan mengingat pemerintah pusat juga sudah mengambil langkah penanganan untuk membantu warga.

“Perhatian dari pemerintah luar biasa sekali, bagaimana Presiden kita, dan hari ini (Selasa, red) Pak Wapres turun ikut meringankan beban saudara kita di Lombok,” ujarnya.

Khusus di lembaga Kementerian Koperasi dan UKM, dirinya menghimpun donasi bantuan dari seluruh pegawai untuk disalurkan kepada warga di Lombok Utara. Bersamaan fengan itu, ada pula donasi yang dihimpun oleh Bali Post Group bersama para relasi dari Bali. Selain bantuan yang sudah disalurkan itu, Bintang mengisyaratkan dalam waktu dekat donasi dari koperasi-koperasi di seluruh Indonesia segera terkumpul dan akan segera disalurkan kepada warga yang terdampak gempa.

Melihat warga yang tinggal di posko-posko pengungsian, Bintang mengakui warga masih membutuhkan logistik untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek. Kemenkop dan UMKM serta Kelompom Media Bali Post juga membantu menyalurkan sejumlah logistik seperti, terpal/tenda, selimut, tikar, pakaian dalam pria, pakaian dalam wanita, pampers, pembalut, sarung, sajadah, mukena, celana pendek pria, kaos dewasa, kaos anak, serta aneka makanan dari beragam jenis.

Baca juga:  Gempa Kembali Mengguncang, Kekuatannya 5,4 SR

“Untuk ke depan mereka ini tidak boleh stuck di posko ini. Oleh karena itu, kita akan data melaluo dinas, keahlian ibu-ibu dan bapak-bapak ini apa. Sembati menunggu kembali dati pengungsian, minimal ada pelatihan yang sesuai dengan skil mereka,” paparnya.

Ia berharap, musibah yang dialami warga, tidak lantas membuat semangat warga meredup. Sebagaimana musibah yang tidak bisa dihindari, penting bagi warga untuk segera bangkit.

Sementara itu, Koordinator Posko 4 Kayangan, Andi Juandi, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan Ibu Menkop beserta rombongan. Kunjungan ibu pejabat negara itu memberi motivasi tersendiri bagi warga.

“Logistik sampai saat ini masih bisa terpenuhi, tapi kekurangan lain masih ada. Katakan air bersih dan MCK, kita baru bangun 2 unit MCK. Kita masih butuhkan lagi antara 5 sampai10 unit lagi,” katanya.

Andi berharap pemerintah melalui posko utama mengirimkan MCK portable untuk menanggulangi kebutuhan warga. Pasalnya 200 lebih jiwa sangat kekurangan dengan MCK yang ada.

Selain memberikan bantuan kepada korban gempa di Lombok Utara, pada hari yang sama, Bintang Puspayoga juga memberikan bantuan  kepada warga di Desa Wadom dan Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat. Warga di ke dua desaa ini menjadi korban gempa yang mengakibatkan rumah mereka hancur.

Di akhir kunjungan ke Lombok, Bintang Puspayogo bersama Ny.Agung Sri Satria Naradha berkesempatan berkunjung ke Harian Suara NTB. Bintang Puspayoga menyerahkan bantuan berupa dana punia dari WHDI Provinsi Bali untuk Pura Agung Rinjani yang diterima Ketua WHDI NTB, Ny. Erika Gerudug. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.