Wisatawan menyaksikan sejumlah monyet di Uluwatu berkumpul dekat gebogan persembahan serangkaian Tumpek Kandang. (BP/edi)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Suasana berbeda terlihat di objek wisata kawasan luar Uluwatu Serangkaian dengan hari raya Tumpek Uye atau Tumpek Kandang, Sabtu (18/8). Terlihat persembahan gebogan buah untuk kawanan monyet menjadi tontonan wisatawan yang berkunjung.

Hal ini menjadi satu hal yang menarik dan banyak wisatawan yang datang menyaksikanya. Ini tentunya bisa menjadi atraksi tambahan. “Tentunya ini adalah sesuatu yang langka bagi mereka. Melihat antusias wisatawan yang datang menyaksikan upacara, mungkin nanti kami akan suguhkan tambahan tarian sebagai atraksi tambahan,” kata Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta.

Menurutnya, upacara ini sebagai ungkapan rasa syukur, terima kasih sehingga keberadaan monyet ini bisa hidup berdampingan dengan manusia/pengunjung di lingkungan Uluwatu, sesuai dengan konsep Tri Hita Karana. Kegiatan ini memang rutin dilaksanakan enam bulan sekali dalam kalender Bali. “Ini merupakan cerminan untuk melaksanakan konsep Tri Hita Karana, penghormatan terhadap alam beserta isinya, salah satu isinya adalah monyet,” ucapnya.

Selama itu kata Sumerta, monyet ini sudah memberikan kontribusi yang positif terhadap kelengkapan objek wisata di kawasan Uluwatu. “Kawasan wisata luar Pura Uluwatu bisa dikatakan salah satu obyek wisata yang cukup lengkap, dan melebihi dari objek wisata lain. Bahkan obyek wisata Uluwatu sering disebut dengan ‘The Five Wonderful Beauties at Uluwatu.’ Karena selain bisa melihat panorama alam, sunset, Pura, Kecak, tentu juga dilengkapi keberadaan Monyet,” ujarnya.

Baca juga:  Februari, Kunjungan Wisatawan Diprediksi Mulai Normal

Asisten Manajer Pengelola Obyek Kawasan Luar Pura Uluwatu, Wayan Mosin Arjana menambahkan tumpek kandang yang dilaksanakan setiap 6 bulan sekali rutin dilakukan oleh pengelola kawasan itu. Sehingga, keberadaan monyet ini diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisatawan.

Dikatakannya, monyet di Uluwatu telah dinyatakan bebas rabies oleh Balai Besar Veteriner dan dilakukan perawatan rutin setiap 6 bulan sekali melibatkan pihak Fakultas Kedokteran Hewan Unud. Pihaknya menyampaikan, pengunjung tidak perlu takut dan khawatir terhadap keberadaan monyet-monyet ini. Setiap harinya sudah ada petugas atau pawang monyet. “Jenis monyet di sini, adalah jenis monyet yang pintar dan lucu, bukan agresif,” tegasnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.