Rumah milik Ni Ketut Genten (60) warga Banjar Bukih Desa Belancan Kintamani yang terbakar. (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Kebakaran melanda rumah milik Ni Ketut Genten (60) warga Banjar Bukih, Desa Belancan, Kintamani. Diduga kebakaran yang menghanguskan satu unit bangunan beserta isinya itu dipicu konsleting listrik. Korban mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Informasi Minggu (19/8) menyebutkan, musibah kebakaran terjadi,Sabtu (18/8) sekitar pukul 10.00 wita. Ketika peristiwa kebakaran terjadi, rumah tersebut sedang dalam keadaan kosong karena ditinggal korban melakukan persembahyangan di Pura Pengangon yang ada di wilayah banjar setempat.

Kebakaran pertama kali dilihat Ni Nengah Trisnawati. Bidan desa itu sedang bersih – bersih di halaman Puskesmas yang lokasinya berada tak jauh dari bangunan yang terbakar.

Awalnya melihat adanya percikan api dari tiang listrik pada atap rumah korban serta kepulan asap. Lama-kelamaan api dilihat semakin membesar. Saksi yang panik langsung meminta pertolongan warga lainnya untuk membantu memadamkan kobaran api.

Baca juga:  Diawali Ledakan Cukup Keras, Toko Elektronik Kebakaran

Sementara korban, yang ketika itu sedang berada di pura langsung pulang setelah mendapat kabar rumahnya terbakar. Setibanya di rumah korban mendapati rumahnya sudah ludes.

Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, api berhasil dipadamkan warga beberapa saat kemudian. Kebakaran mengakibatkan bangunan yang terdiri dari tiga buah kamar dan satu ruang tamu tersebut hangus. “Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” ujarnya.

Dikatakan Sulhadi, pihak kepolisian yang mengetahui adanya kejadian itu sudah mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP. Polisi juga meminta keterangan korban dan sejumlah saksi. Dari hasil olah TKP, diduga kebakaran terjadi akibat konsleting listrik. “Korban telah menerima dengan ikhlas peristiwa ini dan menganggap peristiwa kebakaran ini sebagai musibah,” kata Sulhadi. (dayu rina/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.