LOMBOK, BALIPOST.com – Bantuan yang dibawa Bounty Cruise dan Patagonia Express, Rabu (15/8) tiba di Pelabuhan Bangsal, Pemenang, Lombok. Bantuan dengan berat sekitar 60 ton itu pun diturunkan dari kapal secara gotong royong. Selanjutnya, bantuan akan ditampung di posko.

Dandim Mataram, Letkol Djoko Rahmanto, mengutarakan sejak gempabumi yang terjadi di Lombok Utara pada 5 Agustus, jumlah korban jiwa mencapai 379 orang. Diperkirakan jumlah ini bisa bertambah lagi. Ia menyampaikan saat ini korban sudah tertangani dengan baik. “Bantuan sudah kita salurkan hingga ke daerah-daerah terpencil kita datangi,” jelasnya.

Ia menambahkan TNI/Polri saat ini memiliki tugas melakukan pembersihan puing-puing seperti yang diinstruksikan Presiden Joko Widodo. Fokusnya di Pemenang, karena merupakan pintu gerbang wisatawan ke Gili Terawangan. “Bila sudah rapi, wisatawan akan kembali normal,” kata Koordinator Operasi Darat dari Satuan Tugas Kebencanaan ini.

Djoko juga mengatakan selain tugas pembersihan, TNI berupaya menyalurkan bantuan sehingga semua korban memperoleh bantuan. Pasalnya, ada saja berita hoaks yang menyebutkan korban tidak semuanya memperoleh bantuan. “Berita-berita itu tidak benar, kami sudah mengerahkan helikopter, kendaraan, hingga berjalan kaki untuk menyalurkan bantuan. Bahkan disebutkan ada sebuah desa yang tidak memperoleh bantuan, setelah dikunjungi ternyata bantuan sudah diterima warga,” paparnya.

Salah satu anggota TNI, Sersan I Widianto Eka Purnama dari Yonkav III Singosari, Malang, yang ditemui di Pelabuhan Bangsal, Lombok, mengatakan sudah diperbantukan sejak 8 Agustus. Ia mengaku telah melakukan evakuasi dan membantu pengangkutan logistik untuk korban gempa Lombok. “Kita tetap butuh bantuan dari rekan-rekan, terutama kebutuhan pangan,” sebutnya.

Dikatakan gempa susulan masih ada, tapi skalanya kecil. Untuk kegiatan TNI/Polri membantu masyarakat, jelasnya, terutama membersihkan puing-puing, evakuasi, logistik, dan kesehatan.

Baca juga:  Sido Muncul Sumbang Rp 500 Juta untuk Korban Gempa Palu-Donggala

Sementara itu, salah satu anggota tim medis dari Universitas Airlangga, Arya, mengatakan pihaknya membantu korban gempabumi Lombok. Ia menjelaskan yang ditangani adalah korban yang menderita penyakit umum, luka ringan, hingga luka trauma, seperti patah tulang. “Kami sudah melakukan operasi sebanyak 7 orang,” jelasnya.

Dominan yang berobat adalah warga yang mengalami infeksi saluran pernafasan.

Pantauan di sekitar lokasi penurunan bantuan, sejumlah bangunan rusak karena diguncang gempa. Puing-puing juga masih banyak berserakan. Tenda-tenda didirikan untuk menampung warga yang kediamannya rusak. Selain itu terdapat pula rumah sakit terapung yang didirikan Kementerian Kesehatan.

Bounty Cruise dan Patagonia Express kembali berangkat mengantarkan bantuan dari sejumlah pelaku bisnis pariwisata, pribadi, organisasi, maupun BUMN ke 3 Gili (Gili Terawangan, Gili Air, Gili Meno), Lombok pada Rabu (15/8). Sekitar 60 ton bantuan diberangkatkan dan nantinya akan didistribusikan pada korban bencana gempa Lombok.

Menurut pemilik Bounty Cruise, I Gde Wiratha, musibah gempa di Lombok yang terjadi sebanyak dua kali ini mengundang keprihatinan banyak pihak. Ia menilai Bali yang tidak bisa dipisahkan dengan Lombok dan 3 Gili harus bahu membahu membantu korban bencana. “Sekarang ini korban gempa Lombok perlu mendapatkan perhatian khusus. Perlu ada pemikiran untuk mengamankan properti di 3 Gili ini agar tidak dijarah,” sebutnya.

Ia mengingatkan bantuan hendaknya tidak datang dari pelaku pariwisata saja. Melainkan semua pihak harus berpartisipasi memberikan bantuan karena korban gempa Lombok jumlahnya sangat banyak dan memerlukan pangan dan sandang. “Himbauan saya, bukan hanya pelaku pariwisata saja, industri UKM juga berpartisipasi dengan memberikan bantuan. Kita harus membuktikan pada (dunia, red) luar, kalau kita bisa menangani ini,” katanya. (Suryawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.