Bounty Cruise kembali berangkat untuk mengantarkan bantuan bagi korban gempa Lombok, Rabu (15/8). (BP/wan)

DENPASAR, BALIPOST.com – Bounty Cruise dan Patagonia Express kembali berangkat mengantarkan bantuan dari sejumlah pelaku bisnis pariwisata, pribadi, organisasi, maupun BUMN ke 3 Gili (Gili Terawangan, Gili Air, Gili Meno), Lombok pada Rabu (15/8). Sekitar 60 ton bantuan diberangkatkan dan nantinya akan didistribusikan pada korban bencana gempa Lombok.

Menurut pemilik Bounty Cruise, I Gde Wiratha, musibah gempa di Lombok yang terjadi sebanyak dua kali mengundang keprihatinan banyak pihak. Ia menilai Bali yang tidak bisa dipisahkan dengan Lombok dan 3 Gili harus bahu membahu membantu korban bencana di sana. “Sekarang ini korban gempa Lombok perlu mendapatkan perhatian khusus. Perlu ada pemikiran untuk mengamankan properti di 3 Gili ini agar tidak dijarah,” sebutnya.

Ia mengingatkan bantuan hendaknya tidak datang dari pelaku pariwisata saja. Melainkan semua pihak harus berpartisipasi memberikan bantuan karena korban gempa Lombok jumlahnya sangat banyak dan memerlukan pangan dan sandang. “Himbauan saya, bukan hanya pelaku pariwisata saja, industri UKM juga berpartisipasi dengan memberikan bantuan. Kita harus membuktikan pada (dunia, red) luar, kalau kita bisa menangani ini,” katanya.

Baca juga:  Bandara Ngurah Rai Siapkan Parkir Bertingkat, Telan Dana Rp 250 Miliar

Negara-negara tetangga dan sahabat juga diminta untuk memberikan perhatian. Dicontohkan bantuan bisa berupa alat-alat kesehatan, sandang, dan pangan. Sebab, banyak anak-anak kecil yang juga memerlukan uluran tangan. “Sumbangan ini tidak ada kaitannya dengan politik, tapi murni kemanusiaan,” tegasnya.

Ia mengatakan pengiriman bantuan ke Lombok ini sudah yang keenam kalinya dilakukan Bounty Cruise dan Patagonia. Sumbangan kali ini merupakan bantuan dari industri, pribadi, yayasan, organisasi swasta, dan lembaga BUMN. “Ini sudah yang keenam kali. Bounty Cruise dan Patagonia yang membantu mengirimkan bantuan-bantuan ini ke Lombok,” jelasnya.

Dewan Penasehat Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali (AMPB) ini juga menegaskan pengiriman bantuan akan terus berlanjut. Disampaikan Bounty Cruise dan Patagonia tetap akan berkomitmen untuk membantu pengiriman dengan jadwal yang nantinya akan ditentukan. “Patagonia juga akan kembali membuka rute ke Lombok untuk membantu para pelaku usaha di sana agar usaha mereka bisa kembali beroperasi,” papar Wiratha. (Suryawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.