Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta diidampingi Wabup I Made Kasta menyerahkan penghargaan kepada (ASN) Kabupaten Klungkung yang menerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia, Selasa (14/8). (BP/adv)

RATUSAN Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Klungkung menerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia. Rinciannya, dengan masa kerja 10 tahun 223 orang, 20 tahun 103 orang dan 30 tahun 119 orang.

Penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta usai upacara bendera memperingati hari jadi Provinsi Bali ke-60 di Lapangan Puputan Klungkung, Selasa (14/8).

Bupati Suwirta berharap, penghargaan sesuai petikan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 35/TK/TAHUN 2018, 19 April 2018 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya ini dapat dipertanggungjawabkan masing-masing penerima serta mampu menjadi penyemangat untuk meningkatkan kualitas kerja dan pola pikir dalam menggulirkan program kerja yang sudah dirancang. “Saya berharap semua bisa meningkatkan kinerja dengan baik dan mengevaluasi diri,” ujar didampingi Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta.

Menggenjot pembangunan daerah, kata mantan Manager Koperasi Pasar Srinadi ini ASN juga tak bisa berjalan sendiri-sendiri. Seluruhya diminta selalu bergandengan tangan dan meningkatkan kerjasama maupun inovasi. “Jangan malas untuk berinovasi dan menggali potensi masing masing. Dengan komitmen yang kuat kita bersama maka pembangunan dan penggalian potensi daerah akan lebih mudah,” ujarnya.

Baca juga:  Bupati Suwirta Minta Seluruh Pihak Bersinergi Dalam Pembangunan

Sebelumnya sering diungkapkan PNS juga harus menerapkan sikap disiplin dan menjadi contoh dan pelayan masyarakat luas. “Kedisiplinan itu sangat penting. Saya harapkan kedepan semakin baik. Ini penting untuk mendukung pembangunan,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam peringatan hari jadi Provinsi Bali ke-60, sesuai amanat Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, Bupati Suwirta mengajak semua komponen masyarakat untuk menjadikannya sebagai momentum untuk mensyukuri dan memahami perjalanan panjang Provinsi Bali dalam menghadapi dinamika sosial kemasyarakatan. Makna dari pengalaman panjang tersebut diharapkan bisa menjadi pedoman dalam melanjutkan program pembangunan daerah. (adv/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.