Kakanwil Kemenkumham Bali, Maryoto Sumadi memberikan pengarahan. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Maryoto Sumadi, M.S, melakukan pengarahan dalam rangka penguatan menuju zona integritas Wilayah Bebas Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK/WBBM) di Kantor Imigrasi Klas I Denpasar, Senin (13/8). Dalam arahannya, ia meminta pegawai harus berani melakukan perubahan dan melawan korupsi.

“Keberanian melakukan perubahan dan melawan korupsi adalah sesuatu yang membuat kita lebih dihargai dan sikap bagaimana kita melayani harus ditingkatkan dan dari hati,” katanya.

Dalam arahannya Kakanwil mengingatkan bahwa pemberantasan tindak pidana korupsi harus dijalankan di Kanim Denpasar. “Indonesia harus bersih dari korupsi karena ini merupakan harapan rakyat kepada aparatur pemerintah. Kita ini pelaksana yg menjalankan roda pemerintahan dan negara sehingga harus memberikan contoh melalui pemberian pelayanan yang terbaik bagi Indonesia,” tegasnya.

Baca juga:  Deklarasi Kinerja Imigrasi Denpasar, Siap Wujudkan Pelayanan Bebas Korupsi

Lebih lanjut dijelaskan WBK/WBBM ini sebuah bagian daripada program pemerintah. Seluruh instansi berlomba-lomba menjadi pionir sebagai instansi yang bersih.

Kanim Denpasar termasuk dalam salah satu nominasi dari 13 instansi yang akan dinilai untuk mendapatkan predikat WBK/WBBM. “Di Kanim Denpasar saya minta apabila melayani harus dengan hati, agar semua masyarakat merasa terlayani dengan baik dan mendapat perlakuan sama. Kekompakan dalam kantor agar dijaga dan hilangkan sekat-sekat yang akan menghambat kekompakan di masing-masing pegawai. Pembinaan akan terus kita lakukan, saya bersama sama dengan Kepala Divisi Imigrasi akan terus mengingatkan kepada rekan-rekan untuk terus meningkatkan komponen hasil demi terwujudnya kanim denpasar sebagai instansi dengan predikat WBK/WBBM,” jelasnya. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.