DENPASAR, BALIPOST.com – Isu global berkembang cepat dan pengaruhnya sangat luas merupakan ancaman proxy war, narkoba, seks bebas, teror, dan dapat mengikis rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Semua itu sangat berbahaya bagi kelangsungan Bangsa dan Negara Indonesia.

Menyadari kondisi ini, Kodam IX/Udayana mengumpulkan ratusan Keluarga Besar TNI (KBT) di Makodam, Denpasar, untuk di-briefing mengantisipasi bahaya narkoba dan seks bebas, Jumat (10/8). Dihadapan anggota Pemuda Panca Marga, FKPPI dan Hipakad yang terhimpun dalam KBT, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, dalam amanat tertulisnya dibacakan Kasdam Brigjen TNI Kasuri, menyadari KBT terutama generasi mudanya merupakan sebagai generasi penerus bangsa.

“Oleh karenanya, KBT harus mampu menumbuhkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air dalam geostrategi bela negara,” ujarnya, dalam kegiatan pembekalan kepada KBT tentang wawasan kebangsaan dan penyalahgunaan narkoba.

Baca juga:  Jangan Lupakan Sejarah Bangsa

Dengan demikian diharapkan tercipta kesamaan pemahaman dan wujud kerja sama yang nyata antara Kodam IX/Udayana dengan KBT, bersama-sama meningkatkan kepekaan dan kepedulian terhadap perkembangan lingkungan, khususnya dalam penyiapan komponen cadangan dan pendukung demi kepentingan pertahanan NKRI.

Narasumber yang diundang dalam kegiatan itu, Kasubbag Umum BNNK Denpasar, Wiryawan Pritenaya menyampaikan, Indonesia saat ini berada dalam posisi darurat narkoba. Oleh karena itu generasi muda Indonesia diharapkan memahami betapa berbahayanya barang terlarang ini.

Apalagi dihadapkan dengan semakin maraknya perkembangan dan peredaran narkoba. “Saat ini beredar sekitar 65 jenis narkoba. Akibat dari penyalahgunaan barang haram ini dapat mengganggu kesehatan secara fisik maupun psikologis, kerusakan pada sistem syaraf pusat atau SSP dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal yang sangat fatal dan tidak jarang berakhir dengan kematian,” ujarnya. (kerta negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.