Tembok warga ambruk diguncang gempa 5,9 SR pada Kamis (9/8). (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Gempa susulan 5,9 SR terasa di sejumlah desa di Buleleng. Akibat guncangan gempa pada Kamis (9/8) sekitar pukul 13.25 wita tersebut, timbul kerusakan di rumah warga.

Ini terjadi di Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan di mana tembok rumah permanen milik warga saat gempa menguncang. Akibatnya, rumah permanen itu kini mengalami kerusakan dan tiga orang penghuni rumah ini tinggal di sementara di rumah kerabatnya.

Perbekel Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, Gede Ardika mengatakan, rumah warganya yang mengalami kerusakan karena gempa susulan itu adalah satu keluarga Nyoman Rai Natih (70) dan Made Ratih (67) warga Dusun Kawanan Desa Bontihing. Saat kejadian, keluarga ini sedang berada di luar rumah.

Namun saat gempa, tidak disangka tembok rumah di sisi barat dengan tinggi sekitar 2,7 meter dengan panjang sekitar 3 meter ambruk. Bongkahan beton tersebut, kemudian menimpa bangunan merajan milik Gede Ngurah Putra Yasa.

Baca juga:  Gempa 5,4 SR, Lokasinya 103 Kilo Barat Daya Denpasar

Saat tembok rumahnya runtuh, tidak jauh dari lokasi itu, tetangganya sedang berkumpul, sehingga nayris saja mereka tertimpa bongkahan beton. Beruntung, dengan cepat menghindar, sehinga tidak terjadi korban jiwa dalam kejadian ini. “Kebetulan di sekitar rumah itu ada orang sedang bekerja merehab bangunan rumah dan pemilik rumah juga sedang duduk di sana, dan tiba-tiba gempa dan tembok ambruk. Untung cepat berlari jadi tidak ada korban dalam kejadian ini,” jelasnya.

Menurut Gede Ardika, pasca kejadian itu, pemilik rumah bersama cucu-nya kini tinggal sementara di rumah kerabatnya. Ini karena, tembok rumahnya mengalami reta-retak dan sisa tembok tersebut sekarang rawan ambruk jika ada gempa susulan.(Mudiarta/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.