Kehadiran kera liar di Desa Gulingan, Mengwi mulai meresahkan warga. Meski belum diketahui jumlah dan asalnya, namun masyarakat setempat takut jika hewan mamalia ini merusah sawah mereka.(BP/ist)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Masyarakat di Desa Gulingan, Mengwi, dibuat resah oleh kehadiran kera liar. Mereka kuatir adanya hewan mamalia ini dapat merusak lahan pertanian dan tempat ibadah.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Gede Asrama, saat dikonfirmasi Kamis (9/8) menyatakan akan menerjunkan tim ke lokasi guna menindaklanjuti keluhan warga terkait keberadaan kera liar. “Kami sudah melakukan penyisiran, tapi akan dilakukan kembali besok (hari ini). Kami juga belum mengathui kera itu berasal dari mana,” ungkapnya.

Menurutnya, pihaknya akan melakukan penangkapan apabila hewan terebut mengganggu dan meresahkan masyarakat. Masuknya kera liar ke perkampungan sudah beberapa kali hanya saj di tempat yang berbeda lain. “Bisa monyet dipelihara warga kemudian lepas. Namun, kami akan tangkap dengan menggunakan obat bius,” tegasnya.

Kendati begitu, pihaknya juga berharap setelah nanti monyet liar tertangkap, ada warga yang mau memelihara monyet tersebut. “Mudah-mudahan ada yang mengadopsinya. Tapi kalau tidak ada yang bersedia memelihara, maka nanti kita akan pikirkan,” ucapnya.

Baca juga:  Stager Lantai Ambruk, Buruh Cor Tewas, 6 Luka

Berdasarkan informasi di lapangan, kera liar terdeteksi di wilayah Banjar Banjar Tengah Kaler dan Tengah Kelod. Warga setempat berharap pihak terkait segera melakukan langkah antisipasi sebelum banyak monyet liar masuk perkampungan dan semakin meluas.

Perbekel Gulingan I Made Sudarsana, mengaku sudah ada warga melaporkan munculnya monyet liar di Gulingan, terutama di Banjar Tengah Kaler dan Tengah Kelod. “Ada informasi dari warga begitu (ada monyet liar), mereka khawatir monyet-monyet tersebut mengganggu pertanian maupun tempat ibadah,” ujarnya.

Dia mengakui, telah menyampaikan kersahan masyrakat kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung untuk meminta bantuannya dalam penanganan. “Mudah-mudahan bisa segera ditangani sebelum menimbulkan keresahan warga,” pungkasnya. (parwata/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.