DENPASAR, BALIPOST.com – Satresnarkoba Polresta Denpasar mengungkap kasus peredaran kokain yang menyasar wisatawan asing, Sabtu (4/8). Tiga pelaku ditangkap yaitu Brandon (43) warga Australia bersama pacarnya, Remi (43) dan Bena (20).

Ironisnya tersangka Bena saat ini mengandung berusia 5 bulan. Terungkapnya kasus ini, kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo, Kamis (9/8) mengatakan, berawal dari informasi masyarakat bahwa Bena sering menggunakan narkoba di tempat kosnya di Jalan Intan Permai, Kerobokan, Badung.

Selanjutnya petugas melakukan penyelidikan dan pada Sabtu (4/8) pukul 20.00 Wita, dilakukan penggerebekan di tempat kosnya. Hasil penggeledahan, polisi mengamankan 1 paket kokain di kantong celana yang dipakai Bena, 2 paket di dalam pembalut wanita yang baru dan 1 paket di dalam bantal.

“Saat diinterogasi, pelaku mengaku mendapat barang berupa kokain tersebut dari temannya bernama Remi hari Jumat tanggal 3 Agustus 2018 dan transaksinya di Jalan Camplung Tanduk, Seminyak, Kuta,” ungkap Kapolresta, didampingi Wakasatresnarkoba AKP Gusti putu Darmanata.

Baca juga:  Anggota DPRD Tabanan Dites Urine, BNK Sampaikan Hasilnya ke Wakil Bupati

Kasus ini langsung dikembangkan dan petugas menggerebek tempat tinggal Remi di di Jalan Mataram, Kuta. Pada saat dilakukan penggrebekan, di dalam kamar kost tersebut ditangkap tersangka Remo dan Brandon.

Selain itu ditemukan 13 paket kokain di dalam dompet yang disembunyikan di kardus. Brandon mengakui kokain itu adalah miliknya dan dibelinya dari seorang laki-laki biasa dipanggil Made di Jalan Legian, Jumat (3/8) seharga Rp 40 juta.

Bradon dan Remi mengaku tidak tahu dimana keberadaan Made saat ini karena HP-nya tidak aktif lagi dan mereka mengaki tidak tahu alamatnya. “Kasus ini masih kami kembangkan dan diupayakan melacak keberadaan Made. Sindikat ini khusus menyasar warga asing yang liburan di Bali. Selain digunakan sendiri, kokain rencananya dijual,” tandasnya. (kerta negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.