Pengurus P3SI Provinsi Bali saat menyambangi pertenak burung perkutut. (BP/rah)

DENPASAR, BALIPOST.com – Burung perkutut lokal menyimpan cerita menarik, konon merupakan peliharaan para raja. Oleh karena itu burung ini dikenal dengan sebutan burung raja.

Selain itu, burung perkutut punya keistimewaan dibanding burung jenis lainnya, yaitu gerak dan suara, serta dinilai mempengaruhi ketentraman jiwa yang memelihara.
“Kami bertekad turut serta dalam upaya pelestarian lingkungan hidup dengan cara melestarikan satwa perkutut, serta menanamkan rasa cinta terhadap seni suara burung perkutut sebagai salah satu budaya bangsa,” kata Ketua Pengurus Wilayah Persatuan Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia (P3SI) Provinsi Bali, Ir. Budi Dharma, Rabu (8/8).

Budi Dharma menyadari tekad tersebut perlu didukung dan adanya upaya penggalangan serta pembinaan seluruh insan pelestari perkutut. “Setelah ada organisasi resmi yaitu P3SI, kami juga memotivasi anggota dengan cara menggelar berbagai lomba. Dalam waktu dekat, tepatnya hari Sabtu dan Minggu lusa, kami mengadakan Liga Perkutut Indonesia atau LPI seri VI dengan tema Bupati Badung Cup di Lapangan Abianbase,” ujarnya.

Baca juga:  Atasi Banjir di Badung, Ini Program yang Dicanangkan

Kegiatan tersebut, menurutnya bisa mendongkrak kunjungan wisatawan ke Bali karena pesertanya ada dari Malaysia, Thailand dan Singapura. “Ini merupakan salah satu wujud upaya kami menghormati dan mengembangkan pengetahuan tentang seni suara alam burung perkutut sebagai warisan seni budaya leluhur dan melestarikan lingkungan hidup,” ungkapnya.

Selain itu, pelestarian burung istimewa ini mampu meningkatkan ekonomi masyarakat Bali. Pasalnya harga burung perkutut juara nasional harganya mencapai Rp 2 miliar, booking sepasang telurnya saja harganya Rp 75 juta. “Seolah-olah tidak masuk akal tapi itulah faktanya. Kenapa bisa mahal? Karena bisa diternakkan sehingga jadi mahal. Anakannya bisa di-booking sepasang Rp 75 juta sehingga cepat balik modal. Bahkan bisa antre. Beternak burung perkutut sangat menjanjikan,” kata Budi Dharma, didampingi Ketua Panitia Bupati Badung Cup, Haryanto. (Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.