DENPASAR, BALIPOST.com – Ketua Asita Bali, I Ketut Ardana, mengatakan pelaku pariwisata Bali berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi wisatawan yang dievakuasi dari 3 Gili di NTB, yakni Gili Terawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Ia mengatakan beragam fasilitas ditawarkan sehingga wisatawan tidak menjadi trauma dan tetap merasa nyaman dalam liburannya.

“Kita memberikan diskon kamar hotel misalnya. Sehingga wisatawan yang terkena musibah merasakan adanya perhatian dan pelayanan. Sehingga Bali menjadi tempat untuk menghabiskan waktu sebelum kembali ke negaranya,” sebutnya, Selasa (7/8) malam.

Ia mengatakan Bali masih menjadi destinasi utama para wisatawan ini. Sementara di Gili Terawangan dan Gili lainnya sebenarnya merupakan destinasi lanjutan yang dikunjungi sementara. Sehingga mereka pun sebenarnya akan balik juga ke Bali.

Ditambahkan Ketua Bali Hotel Association (BHA), Ricky Putra, semua stakeholder pariwisata bekerjasama untuk memberikan pelayanan yang maksimal. Karena bagaimanapun juga Bali dan Lombok adalah satu kesatuan. “Sangat penting saat-saat begini ingin menunjukkan rasa persaudaraan kita dan persatuan pelaku pariwisata yang positif,” ujarnya.

Baca juga:  Wow, 422 Pesawat Rute Internasional Landing di Manado

Ia juga meluruskan informasi terkait kamar gratis yang akan diberikan pada wisatawan. Menurutnya pemberian kamar gratis merupakan Standard Operating Procedure (SOP) untuk penutupan Bandara. Sementara untuk bencana yang kini dialami Lombok, pelaku perhotelan di Bali menawarkan harga kamar yang sangat terjangkau. “Penawaran spesial 40 – 60 persen diskon untuk kamar,” sebutnya.

Setelah melakukan evakuasi dengan beberapa kapal, kini dipastikan sudah tidak ada turis asing di Gili. Karena Selasa (7/8) sekitar pukul 18.00 Wita, wisatawan dari kapal terakhir telah tiba di Pelabuhan Benoa, Bali. Kepastian ini disampaikan Dewan Penasehat Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali (AMPB) I Gede Wiratha. Dikatakan, orang asing yang tersisa di sana adalah expatriat dan pengusaha saja.

Bounty Cruise dan Patagonia Fast Boat mendapat instruksi untuk membantu evakuasi tamu sebanyak 1.000 lebih dari Lombok. Tamu tidak ingin tinggal di Lombok karena tidak ada fasilitas makan dan minum yang memadai serta khawatir adanya isu tsunami susulan dan gempa. (Wawan/Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.