Umat Hindu tengah melaksanakan ritual ngerebong di Pura Petilan, Kesiman, Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Empat tradisi sekaligus warisan budaya tak benda asli Denpasar berhasil ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia tahun 2018. Penetapan ini telah dilakukan beberapa waktu lalu di Jakarta oleh Dirut Warisan dan Diplomasi Budaya RI, Nadjamudin Ramly.

Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram didampingi Kabid Cagar Budaya Disbud Kota Denpasar, I Ketut Gede Suaryadala, Selasa (7/8) mengatakan, adapun empat tradisi asli Denpasar tersebut yakni Tari Baris Wayang (Banjar Lumintang) sebagai seni pertunjukan, Tari Baris Cina (Desa Renon dan Sanur) sebagai seni pertunjukan, Basmerah (Desa Taman Poh Manis) sebagai adat istiadat masyarakat, ritus dan perayaan di Desa Taman Poh Manis, dan tradisi Ngerebong (Desa Kesiman) sebagai adat istiadat masyarakat, ritus dan perayaan.

Bagus Mataram mengatakan bahwa penetapan empat tradisi dan kebudayaan asli Denpasar ini sebagai warisan budaya tak benda Indensia tahun 2018 merupakan angin segar bagi inventarisir dan pelestarian seni dan budaya di Kota Denpasar. Sehingga, kedepanya tidak ada lagi klaim sepihak atas seni budaya asli Indonesia khusnya yang berasal dari Bali dan Kota Denpasar. “Usulan ini merupakan salah satu upaya melindungi seni, budaya dan
tradisi di Denpasar agar tidak di klaim negara lain dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dengan mendaftarkan seni dan budaya Denpasar dalam portal inventaris nasional,” paparnya.

Baca juga:  Gubernur Bali Bertemu Konsul, Berikan Kepastian Bali Masih Aman

Lebih lanjut dikatakan, setelah ditetapkan menjadi WBTB Indonesia tahun 2018, nantinya keempat WBTB asal Denpasar ini akan terus dikawal sehingga mampu menjadi WBTB di tingkat Internasional yang ditetapkan oleh UNESCO. “Kita patut bersyukur dengan ditetapkannya kebudayaan dan tradisi asli Denpasar masuk dalam WBTB Indonesia, kedepanya tradisi dan kebudayaan lainya akan tetap kita perjuangkan untuk dapat masuk dalam WBTB Indonesia dan portal inventaris nasional,” pungkasnya. (Asmara Putera/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.