Setibanya di Pelabuhan Benoa, petugas membantu wisatawan yang dievakuasi dari Lombok, NTB.(BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ratusan personel gabungan dari Polresta Denpasar, Pelindo, Pelni, SAR dan TNI-AL mengamankan proses evakuasi turis dari Lombok, NTB di Pelabuhan Benoa, Denpasar.

Hingga Selasa (7/8) siang, terdata 1.038 wisatawan asing dan domestik tiba di Pelabuhan Benoa yang diangkut menggunakan KM Binaiya, Bounty Cruise, Kapal KPLP I dan 2. serta Kapal  Patagonia.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja, mengatakan kapal yang mengangkut turis dari Lombok mulai nyandar di Pelabuhan Benoa pada Senin (6/8) sekitar pukul 23.20 Wita. Kapal Binaiya yang mengangkut 86 orang tiba pertama dan nyandar di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa. Selanjutnya disusul Bounty Cruise mengangkut 541 wisatawan dan berlabuh di Dermaga Bounty, Pelabuhan Benoa, Selasa pukul 01.15 Wita.

Setelah itu berturut-turut lego jangkar Kapal KPLP I membawa 79 orang, Kapal KPLP 2 mengangkut 189 orang dan Kapal Patagonia membawa 143 orang wisatawan. “Informasinya sore ini (kemarin-red) sekitar pukul 17.00 Wita akan datang Kapal Patagonia Xpress berkapasitas 190 penumpang. Kapal ini mengangkut wisatawan yang tinggal di pulau-pulau kecil di wilayah NTB,” ujarnya.

Baca juga:  Pembobol Villa Turis Belanda 

Bounty Cruise berkapasitas 500 penumpang juga disiagakan dan masih menunggu list penumpang yang akan diangkut dari Lombok. “Bila jumlah penumpang dibawah 100 orang, akan diangkut Kapal Patagonia,” ungkap Kombes Hengky.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Hadi Purnomo, langsung memimpin pengamanan proses evakuasi. Bahkan, perwira melati tiga di pundak ini ikut membantu para wisatawan ketika turun dari kapal. “Ini merupakan kegiatan kemanusian yaitu membantu dan mengarahkan korban gempa yang terjadi di Lombok, baik WNA maupun WNI,” tegasnya.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Bali, melibatkan seluruh stakeholder dalam evakuasi tersebut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan PHRI. Kita sepakat menyiapkan ambulans dan bus untuk mengantar para korban menuju hotel atau tempat mereka menginap, mendapat perawatan medis apabila ada korban luka,” ujar Kombes Hadi.(kerta Negara/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.