Proses evakuasi wisatawan asing dan domestik dari Gili Terawangan ke Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pascagempabumi yang berpusat di Lombok Utara, Bounty Cruise group dan Eka Jaya Fast Boat turut membantu mengevakuasi wisatawan dari Gili Terawangan menuju Bali. Rombongan tiba di Bali, Selasa (7/8) pukul 02.00 dini hari. Ada lebih dari 1.500 wisatawan yang diangkut secara gratis oleh tiga kapal itu.

Pemilik Bounty Cruise I Gede Wirata mengatakan, semua penumpang itu langsung dibawa ke Pelabuhan Benoa. Pantagonia Xpress yang merupakan satu group perusahaan dengan Bounty juga ikut membawa wisman dari Gili ke Pelabuhan Benoa.

Hal ini dilakukan karena ia menyadari sebagai masyarakat industri pariwisata harus saling bantu membantu dalam kondisi yang seperti ini. “Apalagi dengan skala gempa yang cukup besar tentu tidak hanya pemerintah tapi stakeholder pariwisata juga bisa memberikan sumbangan apa saja, baik transportasi laut, bus, kamar diberi diskon spesial, ada makanan. Itu benar – benar dilakukan untuk menunjukkan bahwa kita saling bantu membantu dalam kondisi seperti ini,” ujar Wirata.

Di dunia pariwisata yang sangat rentan dengan isu keamanan, bencana alam, kesehatan akan sangat berpengaruh. Indonesia pun tidak luput dari isu-isu tersebut. Dengan tindakan ini menunjukkan bahwa semua komponen pariwisata memang harus bersatu bersama pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten untuk selalu siap bekerja bersama-sama menjaga pariwisata.

Baca juga:  Pascabom Kampung Melayu, Penjagaan Bali Diperketat

Selain itu, tindakan ini merupakan bentuk sebagai upaya mengantisipasi persaingan di tingkat dunia. Agar bisa merecovery lebih bagus agar tidak menimbulkan kesan yang tidak bagus di luar negeri. “Pas momentum saat begini tentu mereka akan memanfaatkan ini sebagai marketing mereka untuk memindahkan tamu-tamu yang datang ke Indonesia, khususnya Bali datang ke tempat mereka. Kita sadar betul berdasarkan pengalaman dari bom Bali, erupsi gunung agung, erupsi Jogja dan gempa ini, kita sudah cukup dewasa dan sadar bahwa tidak bisa pariwisata itu berdiri sendiri,” ungkapnya.

Ia berharap, tindakan ini bisa menjadi cermin yang membuktikan pada dunia bahwa tamu yang datang ke Indonesia, khususnya ke Bali merasa diperhatikan. Pemerintah Indonesia bertanggung jawab terhadap wisman yang berlibur ke Indonesia. (Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.