MANGUPURA, BALIPOST.com – Pantai Kedonganan yang selama ini terkenal dengan aktifitas nelayan dan pasar ikan, dalam waktu dekat akan dilakukan penataan. Di pantai utara Kedonganan akan dikembangkan menjadi kawasan mina wisata.

Menurut Bendesa Adat Kedonganan, Dr. Wayan Mertha SE, M.Si, selama ini wilayah tersebut belum dikelola dengan optimal. Untuk itu, pihaknya mulai merancang pantai utara Kedonganan sebagai aktifitas pariwisata berbasis perikanan. “Untuk mewujudkan itu langkah awal yang akan dilakukan adalah pengembangan aktifitas Kedonganan Sunset Cruise,” katanya.

Dijelaskannya, Kedonganan Sunset Cruise ini merupakan aktifitas menikmati keindahan sunset, keindahan Bali Selatan dari laut dengan menaiki kapal cruise. Wisatawan nanti akan diberangkatkan menggunakan cruise dari Dermaga wlWatununggul, menyusuri laut pinggir tebing kapur sepanjang pantai Bali Selatan.

Dengan waktu perjalanan sekitar 1 sampai 1,5 jam sambil menikmati matahari tenggelam. “Ini sedang dipersiapkan. Itu adalah langkah awal dalam penataan wilayah utara pantai Kedonganan, yang rencananya akan diluncurkan pada pertengahan September nanti,” ucapnya.

Ditambahkannya, di pantai utara tersebut memang saat ini masih terlihat kumuh. Untuk itulah kawasan tersebut akan ditata untuk mengurangi kesan kumuh dengan konsep mina wisata.

Meski dilakukan penataan, namun aktifitas perikanan itu tetap berlangsung karena itu merupakan sumber penghidupan masyarakat sekitar. “Karena pariwisata merupakan leading sector Bali, maka kemudian akan ditambahkan aktifitas pariwisata yang notabene nanti kedepan justru ini adalah bagian utamanya,” tambahnya.

Baca juga:  Menyeberang ke Bali, Siswa SMP Jatuh dari Kapal di Selat Bali

Kedepan, pihaknya ingin membangun dan mengubah pasar tradisional yang ada menjadi pasar ikan higienis. Bila ini terwujud, pihaknya meyakini, ini menjadi satu-satunya pasar ikan higienis di Bali.

Pasar higienis yang ada saat ini diakuinya memang tidak berjalan sesuai dengan fungsinya. “Ke depan kami ingin mengelola pasar higienis yang akan dibangun nanti, untuk benar-benar kita wujudkan sebagai pasar ikan higienis. Walaupun tradisional, namun betul-betul higienis,” yakinnya.

Konsep pembangunannya, tahun ini akan disampaikan kepada Bupati Badung. Saat ini, ada hal yang sangat urgen yang harus dilakukan, yaitu adalah membangun sewage treatment plant atau sistem pengolahan limbah.

Mengingat belum ada sistem pengolahan limbah sisa ikan dari pedagang. “Kami akui selama ini kami tidak mampu menangani limbah dari pasar tersebut. Untuk itu memang sangat diperlukan pengolaham limbah ini,” ucapnya.

Selain itu, yang juga perlu dibuat adalah kantong parkir. Karena seperti diketahui, di Kedonganan memang sangat minim lahan. Nantinya, untuk kantong parkir diharapkan bisa diterapkan sistem basement. “Di bawah pasar, akan dibangun parkir dan di halaman akan dibangun sewage treatment plant,” ujarnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.