Kapal roro Nusa Jaya Abadi. (BP/sos)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Informasi dugaan pungli retribusi hewan ternak maupun calo tiket pada layanan kapal roro Nusa Jaya Abadi dari Pelabuhan Nusa Penida, Klungkung menuju Pelabuhan Padangbai, Karangasem tak ditampik Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta.

“Ada beberapa laporan masuk ke saya. Itu sudah langsung dirapatkan. Kemarin inspektorat turun. Mencari tahu terkait retribusi hewan ternak. Hasilnya masih ditunggu,” ungkapnya, Jumat (3/8).

Menyikapi itu, bupati asal Nusa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida ini segera pembenahan secara menyeluruh. Tak sebatas pada sistem pengangkutan penumpang, namun juga dari sisi petugas. “Kapal roro tidak boleh ada hal di luar sistem. CCTV segera dipasang di penjualan tiket dan pintu masuk. Tidak ada mem-backing orang masuk. Apalagi saya denger info ada jual tiket di warung. SDM akan dirombak. Tenaga kontrak disana banyak lama tidak masuk. Kita akan tindaklanjuti,” tegasnya.

Jika hal tersebut belum mendatangkan hasil sesuai harapan, pengelolaan kapal roro yang beroperasi setiap hari ini akan dirubah dengan melibatkan pihak ketiga, dengan harapan bisa lebih profesional. “Kalau dijalankan pemerintah, kadang tidak konsisten,” sebutnya.

Baca juga:  Dua Sopir di Padangbai Positif Narkoba

Khusus untuk tindakan pungli maupun praktik calo, ditegaskan harus “dihabisi”. Masyarakat juga dharapkan bisa memberikan dukungan. Jangan sampai menghalalkan segala cara untuk bisa mendapat pelayanan dalam waktu cepat. “Masyarakat juga harus mengerti mekanismenya seperti apa. Kalau tidak bawa tiket, jangan masuk,” pintanya.

Sementara itu, terkait retribusi hewan ternak yang belum dipungut pemerintah, kata Suwirta akan segera dibahas. “Kalau memang perdanya ada, ya harus dipungut,” imbuhnya.

Sebelumnya, Komisi II DPRD Klungkung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pelabuhan Nusa Penida. Ditemukan, perangkat pada loket tiket masih kurang. Hanya ada dua komputer yang digunakan untuk melayani orang, kendaraan roda dua dan mobil. Ketua Komisi, I Komang Suantara meminta hal tersebut segera disikapi pemkab. “Perbaikan pelayanan harus dilakukan. Penambahan perangkat di loket sangat penting,” ucap.

Selain itu, politikus Partai Gerindra juga menduga adanya pungli pada retribusi hewan ternak. “Ini (Perda-red) tidak dijalankan pemkab. Tetapi ada kekhawatiran ada setoran ke seseorang. Ini perlu disikapi. Itu (retribusi-red) kan bisa jadi sumber pendapatan daerah,” sebutnya. (sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.