Kondisi korban yang mengalami luka bakar akibat semburan gas. (BP/ist)

TABANAN, BALIPOST.com – Pasca kejadian lakalantas truk pengangkut gas elpiji yang jatuh ke dasar Sungai Yeh Nu, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan empat hari lalu, kembali memakan korban, Selasa (31/7).

Adi Romli (26) warga asal Banyuwangi yang beralamat di jalan Pulau Ceningan, Pesiapan, Tabanan memgalami luka bakar dengan tingkat luka hampir 90 persen di seluruh tubuh lantaran terkena semburan api dari gas yang diduga berasal dari bekas aliran gas truk tangki elpiji.

Jarak lokasi kejadian dari asal truk tangki Elpiji yang jatuh hanya sekitar 300 meter. Informasi yang dihimpun, korban awalnya bersama adiknya memancing di sungai aliran Sungai Yeh NU, tepatnya di lingkungan perumahan Graha Asri Persada sekitar pukul 15.00 wita. Dari areal lokasi bau menyengat gas yang diduga aliran gas elpiji dari truk yang mengalami kecelakaan memang terasa. Namun korban pun tak memutuskan niatnya untuk mancing hingga pukul 17.00 wita.

Sebelum memutuskan kembali pulang, korban sempat dicari oleh istrinya lantaran istrinya mengaku ada perasaan tidak enak dan ingin mencari suaminya. Ketika hendak pulang korban justru ingin menghidupkan rokok, dan tiba tiba terdengar suara ledakan gas disertai api. Korban pun sempat terjun ke sungai. Suara ledakan keras inipun sempat didengar oleh warga perumahan yang akhirnya mencari sumber suara.

Baca juga:  Truk Elpiji Belum Berhasil Dievakuasi

Masyarakat dan pemadam kebakaran datang ke lokasi kejadian guna mematikan api, korban juga sempat naik minta tolong masyarakat dan lanjut dibantu ke RS Wisma Prasanti.

Kapolsek Kerambitan AKP Wayan Suana ditemui di RS Wisma Prasanti membenarkan adanya kasus ledakan gas tersebut. Karena korban mengalami luka bakar yang cukup parah akhirnya dirujuk ke rs Sanglah, Denpasar.

Kini pihak kepolisian sudah memasang garis polisi agar warga setempat tidak mendekat. Bau menyengat gas juga masih sangat terasa keras. Sejumlah warga yang tinggal di perumahan pun mengaku sangat terganggu dan merasa was was kejadian serupa akan terjadi lagi.

Bahkan ada diantaranya yang tidak berani melakukan aktivitas memasak lantaran khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan. “Bau gasnya sangat menyengat, dan ini mengganggu sekali, bahkan kami khawatir menghidupkan kompor,” ucap Kadek Adi, salah seorang warga.

Pihaknya berharap, agar pihak pertamina segera mencari solusi sehingga masalah ini segera bisa diatasi. (puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.