Luhut Binsar Panjaitan. (BP/istimewa)

BANYUWANGI, BALIPOST.com – Kabar gembira bagi krama Bali yang akan tangkil ke Pura Luhur Giri Selaka Alas Purwo, Banyuwangi. Terbaru, pemerintah pusat tahun ini menyiapkan anggaran Rp 120 miliar untuk mempercantik kawasan Taman Nasional Alas Purwo (TNAP).

Proyek ini akan menyasar jalan, fasilitar air hingga pasokan listrik hingga ke kawasan wisata internasional Plengkung atau G-Land. Targetnya, September besok, fasilitas yang diharapkan selesai dikerjakan.

Selain menggaet wisatawan asing, proyek mempercantik Alas Purwo ini untuk menyambut ajang Wolrd Bank-IMF di Bali, Oktober mendatang. “Alas Purwo itu luar biasa. Bisa menjadi obyek wisata kelas dunia, khususnya Plengkung atau G-Land. Kita akan gelontor anggaran untuk memudahkan infrastruktur disana,” kata Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan usai mengunjungi Taman Nasional Alas Purwo, Minggu (29/7).

Menurut Luhut, fasilitas yang urgent di Alas Purwo adalah infrastruktur. Seperti jalan, air bersih dan aliran listrik. “Ini yang akan kita kebut. Targetnya, September bisa selesai. Ketika ajang World Bank-IMF, wisatawan asing bisa kita ajak kesana,” tegas Jenderal purnawirawan ini.

Pihaknya berharap, fasilitas yang baik di Alas Purwo akan memudahkan turis asing berkunjung. Selama ini, turis asing banyak yang menggunakan helikopter dan kapal pribadi dari Bali ketika akan ke Plengkung.

Baca juga:  Pembangunan Infrastruktur Transportasi Harus Didukung SDM Berkompeten

Nantinya, jalan dari pintu masuk Alas Purwo hingga ke Plengkung atau G-Land akan dibuat mulus. “Target kita, turis asing bisa ramai ke G-land,” tegasnya.

Selain G-land, kata Luhut, Alas Purwo memiliki potensi alam yang baik. Sebab, masuk kategori hutan lindung terbaik di dunia. Aneka flora fauna masih terpelihara alami. Mulai banteng, serigala, kijang, merak, bahkan harimau. Menurutnya, kekayaan ini menjadi daya tarik turis asing yang menarik. “Banyuwangi beruntung memiliki Alas Purwo, bahkan menjadi daerah sepertiga dari Jatim,” tegasnya bangga.

Dari industri pariwisata inilah, kata Luhut, negara berharap mendatangkan devisa terbesar. Tahun ini, ditargetkan 17 juta turis bisa datang, estimasi pendatapan sekitar 17 miliar dollar As.

Selain Alas Purwo, Gunung Ijen juga menjadi potensi menarik untuk pengembangan pariwisata di Banyuwangi. Pihaknya mendorong hadirnya kereta gantung di Ijen untuk memudahkan wisatawan mendaki ke kawah di puncak Ijen.

Karena itu, pihaknya mendukung pengembangan Bandar Banyuwangi dan membuka jalur penerbangan internasional. “Kuncinya, infrastruktur harus bagus. Baik bandara maupun akses ke kawasan wisata,” pungkasnya. (Budi Wiriyanto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.