Senior Vice President Strategic Communications & Customer Advocacy Head UOB Indonesia, Maya Rizano (kiri) saat berkunjung ke Kantor Bali Post, Jumat (27/7). (BP/iah)

DENPASAR, BALIPOST.com – Perkembangan seni rupa di Bali tak semarak di kota-kota lain, seperti Yogyakarta dan Bandung. Untuk menggairahkan dan menumbuhkembangkan seni rupa ini, United Overseas Bank (UOB) Indonesia menggelar seminar “Dimensi Pasar Wacana dalam Kompetisi Seni” pada Sabtu (28/7).

Menurut Senior Vice President Strategic Communications & Customer Advocacy Head UOB Indonesia, Maya Rizano, Jumat (27/7), seni rupa memang menjadi salah satu fokus corporate social responsibility (CSR) UOB Indonesia. Ia mengatakan UOB Indonesia rutin menggelar Painting of the Year (PoY) sejak 8 tahun lalu. Sementara di Asia Tenggara, PoY sudah berlangsung rutin selama 37 tahun.

Dijelaskan melalui PoY ini, UOB Indonesia berupaya mencari bibit baru dan mengorbitkan seniman seni rupa yang ada di Indonesia. Upaya ini, diakuinya sudah berhasil dilakukan. Sejumlah seniman yang pernah menang dalam PoY memiliki karier yang lebih berkembang, hingga ke mancanegara.

Bank yang bermarkas besar di Singapura dan ada di 19 negara ini dikatakan Maya memang memiliki ketertarikan untuk mengembangkan kesenian. Selain itu, di CSR, bank yang memiliki 4 cabang di Bali ini juga bergerak di bidang pendidikan dan anak-anak. “Jadi dalam CSR kami ini ada 3 pilar utama yang difokuskan, yakni pendidikan, anak-anak, dan seni,” jelasnya saat berkunjung ke Kantor Bali Post.

Untuk di Bali sendiri, ia mengakui baru tahun ini melakukan roadshow terkait POY. Seminar yang digelar di Bali akan menghadirkan pembicara yang merupakan seniman dari Bali, yakni Citra Sasmita. Citra sendiri merupakan perupa yang tahun lalu berhasil menjadi salah satu 8 pemenang PoY 2017. (Diah Dewi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.